Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Thailand-Kamboja Memulai Perundingan di Malaysia, Gencatan Senjata Masih Berlangsung

📅 Selasa, 05 Agu 2025, 10:37 WIB | Oleh:
Thailand-Kamboja Memulai Perundingan di Malaysia, Gencatan Senjata Masih Berlangsung Doc: AP
Ket. PM Kamboja Hun Manet (tengah) menyaksikan perundingan terkait gencatan senjata dengan Penjabat PM Thailand Phumtham Wechayachai, yang dimediasi PM Malaysia Anwar Ibrahim

BANGKOK - Pembicaraan awal antara pejabat pertahanan Thailand dan Kamboja dimulai pada Senin (4/8) di Malaysia, menjelang pertemuan tingkat menteri hari Kamis (6/8). Sementara gencatan senjata terus berlanjut seminggu setelah kedua belah pihak sepakat melakukan gencatan senjata.

Gencatan senjata, yang terjadi setelah lima hari bentrokadn di perbatasan antara Kamboja dan Thailand, dicapai dalam sebuah pertemuan di Malaysia Senin lalu, dengan bantuan Amerika Serikat dan Tiongkok yang juga mengamati.

Pertempuran terburuk antara dua negara tetangga Asia Tenggara selama lebih dari satu dekade ini meliputi saling tembak-menembak artileri dan serangan jet tempur, menewaskan sedikitnya 43 orang dan menyebabkan lebih dari 300.000 orang mengungsi di kedua sisi perbatasan.

Menteri pertahanan kedua negara akan mengadakan pertemuan Komite Perbatasan Umum untuk membahas cara mempertahankan gencatan senjata, kata otoritas kedua belah pihak.

Top of Form

Bottom of Form

Pertemuan pada hari Kamis akan diamati oleh perwakilan dari Amerika Serikat, Tiongkok, dan Malaysia.

Ketidakpercayaan antara kedua negara tetangga itu tetap ada meskipun perundingan sedang berlangsung. Kementerian pertahanan Kamboja menuduh Thailand dalam sebuah pernyataan melanggar perjanjian gencatan senjata dengan menggunakan ekskavator dan memasang kawat berduri di daerah perbatasan yang disengketakan.

Thailand mengatakan kedua belah pihak mempertahankan posisi mereka tanpa gerakan signifikan apa pun.

Namun "ada laporan bahwa pihak Kamboja telah mengubah posisi mereka dan memperkuat pasukan mereka di area-area penting ... untuk mengganti personel yang hilang di setiap area", kata Laksamana Muda Surasant Kongsiri, juru bicara militer Thailand.

Kamboja juga menuntut agar Thailand membebaskan 18 tentaranya yang ditawansesegera mungkin. Thailand menyatakan kelompok tersebut diperlakukan dengan baik sebagai "tawanan perang" dan akan dibebaskan setelah "konflik bersenjata benar-benar berakhir, bukan hanya gencatan senjata".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.