Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pedagang Pasar Barito Bisa Pilih Pasar

📅 Senin, 04 Agu 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pedagang Pasar Barito Bisa Pilih Pasar Doc: ANTARA/Muhammad Iqbal
Ket. Para pedagang memindahkan barang dagangannya dari kios Pasar Barito, Jakarta, Minggu (3/8). Pemerintah Jakarta Selatan memberikan batas waktu kepada pedagang untuk mengosongkan lapaknya hingga Minggu (3/8). Lahan ini akan dijadikan sebagai taman.

JAKARTA - Pemkot Jaksel siap membantu pemindahan pedagang Lokasi Sementara Barito ke sejumlah pasar di bawah naungan Perumda Pasar Jaya. Para pedagang diberikan pilihan lokasi pindah ke pasar yang berada di bawah naungan Perumda Pasar Jaya seperti Mampang, Pondok Indah, Pondok Labu, Tebet Barat, Tebet Timur, Bata Putih, dan Kebayoran Lama.

Jika pasar Barito sudah benar-benar kosong, sepenuhnya akan menjadi kewenangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah. Pasar Barito dulu direnovasi dan beroperasi kembali 13 Oktober 2023.

Tercatat ada 137 kios di Pasar Barito. Ini terdiri dari 85 kios hewan, 18 kios buah dan 34 kios kuliner. Pemprov Jakarta berencana menggabungkan Taman Leuser, Taman Ayodhya, dan Taman Langsat menjadi Taman Utama Asean. Penyatuan diharapkan dapat diresmikan Desember.

Namun, penamaan Taman Asean batal dan akan diganti menjadi Taman Bendera Pusaka. Sebab penggunaan Asean, perlu bicara denagn negara-negara Asean untuk bisa menggunakan nama tersebut.

Sementara itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatur agar para pedagang Pasar Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan bisa direlokasi dengan baik ke Lenteng Agung. “Kami juga sudah menyiapkan relokasinya,” katanya.

Pramono mengeklaim, para pedagang sudah setuju untuk direlokasi. Mereka sudah menandatangani. Ini untuk kepentingan publik. Pramono klaim mereka sudah menandatangani, bersedia kapan saja direlokasi.

Relokasi pedagang Pasar Hewan Barito merupakan bagian dari upaya revitalisasi ruang terbuka hijau dan taman kota demi meningkatkan kualitas lingkungan hidup warga Jakarta. Pemerintah Kota Jakarta Selatan menetapkan jadwal relokasi pedagang Minggu (3/8).

Pemkot Jaksel membidik Jalan Raya Lenteng Agung Timur, Jagakarsa, sebagai lokasi baru pedagang hewan eks Barito. Di sini, pemerintah menyediakan lahan seluas 7.600 meter persegi milik Pemerintah Provinsi Jakarta untuk menampung pedagang. Relokasi dilakukan untuk mendukung penataan kawasan taman.

Dalam kesempatan berbeda, Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menyatakan siap mendukung penuh proses relokasi, termasuk menyiapkan kendaraan angkut bagi para pedagang.

Para pedagang juga diberikan kebebasan untuk memilih lokasi usaha sementara, baik di wilayah Jakarta Selatan maupun wilayah lain, agar kegiatan ekonomi tetap berjalan.

“Kami juga akan membantu pemindahan barang pedagang,” jelasnya. Dia akan melibatkan unsur kelurahan, kecamatan, Satpol PP Jakarta Selatan, serta Dinas PPKUKM, termasuk penggunaan kendaraan Satpol PP untuk membantu pemindahan.

Anwar menambahkan, sejak beberapa hari terakhir sudah banyak pedagang yang pindah secara mandiri ke pasar tujuan masing-masing. “Jika lokasi sudah benar-benar selesai, kewenangannya sepenuhnya akan berada di tangan Dinas PPKUKM Provinsi Jakarta untuk ditindaklanjuti,” jelas Anwar. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

47 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.