Menkes Budi Gunadi: 16 Juta Rakyat Indonesia Jalani CKG Sejak 10 Februari 2025, Kini Sasar Siswa
📅 Senin, 04 Agu 2025, 13:25 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
KOTA BANDUNG - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan 16 juta orang di seluruh Indonesia telah menjalani program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sejak dimulai pada 10 Februari 2025.
“Per kemarin sudah 16 juta orang yang dicek. Sekarang per harinya saya lihat rata-rata 250 sampai 280 ribu anak diperiksa,” kata dia saat meninjau pelaksanaan CKG di SMP Negeri 5 Bandung, Jawa Barat, Senin (4/8).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata dia, sejauh ini masalah gigi dan penglihatan menjadi gangguan kesehatan yang paling banyak ditemukan.
“Kayak tadi ini dari 14 (anak) sudah dicek, sembilan pelajar punya masalah mata. Kadang-kadang itu nilainya jelek bukan gara-gara bodoh, tapi gara-gara gak bisa lihat,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, ia juga mengimbau anak-anak agar mengurangi penggunaan gawai secara berlebihan yang dapat memperburuk kesehatan mata.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kalau mata itu preventifnya kurangin lihat HP. Karena ini naik tinggi sejak HP jadi terkenal, lihat Youtube, lihat gadget-gadget itu,” katanya.
Budi menegaskan bahwa cek kesehatan yang dilakukan gratis itu, program Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau ada yang minta duit, laporkan ke Pak Wali atau Pak Wagub. Ini hadiah dari Presiden Prabowo untuk seluruh rakyat Indonesia,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk saat ini, program CKG menyasar siswa yang dilaksanakan serentak lebih dari 230 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
“Jadi di masa pemerintahan Bapak Presiden Prabowo dan Mas Gibran ini, kita mendorong sumber daya manusia yang unggul. Jadi ada berbagai inovasi-inovasi kebijakan yang dilakukan,” kata Budi saat meninjau pelaksanaan CKG di SMP Negeri 5 Bandung, Senin.
Budi mengatakan CKG ini menyasar seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA dan sederajat.
Ia menambahkan ada 13 indikator kesehatan dicek untuk siswa SD, 15 untuk SMP, dan 14 untuk SMA. Hasil pemeriksaan sejauh ini mengungkapkan bahwa masalah kesehatan gigi dan mata menjadi yang paling dominan ditemukan di kalangan pelajar.
“Kayak tadi ini dari 14 sudah dicek, sembilan pelajar punya masalah mata. Kadang-kadang itu nilainya jelek bukan gara-gara bodoh, tetapi gara-gara gak bisa lihat,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan program ini, kata dia, Kementerian Kesehatan mengerahkan dukungan dari 10.000 puskesmas dengan melibatkan lebih dari 500.000 tenaga kesehatan. Pemeriksaan juga dilakukan di madrasah, pesantren, dan sekolah swasta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!