Beri Insentif Agar Investor Lokal Lebih Berani Berinvestasi di Sektor Pertanian
Senin, 04 Agu 2025, 01:05 WIBJAKARTA - Seluruh program pembangunan pertanian mengarah pada tiga fokus utama pemerintah yaitu investasi, penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan. Hal itu sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono dalam keterangannya saat meresmikan fasilitas biogas PT Greenfields Dairy Indonesia (Greenfields Indonesia) di Blitar, Jawa Timur, pekan lalu mengatakan pembangunan pertanian termasuk penguatan industri susu menjadi salah satu contoh konkret bagaimana sektor pertanian dapat mendorong peningkatan investasi nasional, tidak hanya dari luar negeri tetapi juga dari pelaku usaha lokal.
Selain investasi, lanjutnya, pembangunan pabrik susu juga menciptakan lapangan kerja baru baik dalam skala industri maupun di sektor kemitraan peternak lokal yang menjadi bagian dari rantai pasok produksi.
âInvestasi tidak harus dari asing, tapi dari lokal juga boleh,â kata Wamentan.
Program pembangunan pertanian juga diarahkan untuk menurunkan angka kemiskinan, dengan memperluas akses ekonomi masyarakat desa melalui kegiatan produksi dan distribusi komoditas hasil pertanian.
Dia pun memastikan langkah tersebut sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pertanian sebagai sektor strategis penggerak utama ekonomi rakyat Indonesia.
âKalau ada investasi pabrik susu di satu tempat, maka di situ ada penciptaan lapangan kerja, baik di pabriknya maupun kemitraan yang diharapkan mitranya lebih banyak,â katanya.
Sudaryono juga menyoroti pentingnya pemanfaatan limbah ternak sapi menjadi energi terbarukan atau biogas, serta penguatan kemitraan peternak rakyat dengan industri pengolahan susu lokal untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
âLimbah letong (kotoran sapi) telah lama jadi masalah. Dan Alhamdulillah, per hari ini fasilitas pengolahan limbah Greenfields telah selesai. Jadi limbah letong jika difermentasi dan diproses akan berubah menjadi gas (biogas) yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik serta kebutuhan rumah tangga,â katanya.
Pengelolaan limbah peternakan yang terintegrasi dengan pemanfaatan energi terbarukan adalah bagian dari transformasi pertanian dan peternakan modern.
âMari kita terus kolaborasi dan berinovasi untuk mewujudkan pertanian yang efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan demi ketahanan pangan dan energi bangsa,â katanya.
Pendekatan Holistik
Pengamat Pertanian dari Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi, Universitas Warmadewa (Unwar), Denpasar, Bali, I Nengah Muliarta menilai untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan program-program pembangunan pertanian, perlu pendekatan yang holistik dan terintegrasi.
âKeterlibatan semua pemangku kepentingan, dari petani hingga industri, serta dukungan kebijakan yang tepat, akan menjadi kunci dalam mencapai tujuan pembangunan pertanian yang inklusif dan berkelanjutan,â kata Muliarta.
Investasi di sektor pertanian harus direncanakan dengan matang untuk memastikan keberlanjutan. Ini mencakup pengembangan infrastruktur yang mendukung, seperti jalan, fasilitas penyimpanan, dan akses pasar. Insentif juga perlu diperkenalkan untuk menarik investor lokal agar lebih berani berinvestasi dalam sektor pertanian.
Penciptaan lapangan kerja harus diimbangi dengan pelatihan dan penyuluhan bagi petani lokal. Program-program pelatihan yang berfokus pada manajemen usaha, teknik budidaya yang baik, dan pengelolaan keuangan akan membantu petani mengoptimalkan produksinya dan meningkatkan daya saing mereka.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.