3 Orang Tewas Akibat Topan Dikeledi di Madagaskar

Rabu, 15 Jan 2025, 16:30 WIB

NAIROBI - Topan Dikeledi di Madagaskar mengakibatkan tiga orang tewas dan 5.000 lainnya mengungsi, papar Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) Afrika serta Kantor Nasional untuk Penanganan Risiko dan Bencana (BNGRC), Selasa.

“Topan Tropis Dikeledi telah kembali dan sekarang bergerak menuju barat daya Madagaskar setelah melintasi Selat Mozambik. Meskipun tidak diharapkan berdampak langsung, kondisi cuaca diperkirakan akan memburuk. Laporan mencatat 3 kematian dan 5.216 orang terdampak,” kata IFRC dalam sebuah pernyataan.

Ket. Foto: Topan tropis Dikeledi di Madagaskar mengakibatkan tiga orang tewas dan lebih dari 5.000 lainnya mengungsi, demikian dikonfirmasi oleh Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) Afrika. — Sumber: ANTARA/Anadolu

Sebelum mencapai Madagaskar, Dikeledi melintasi dekat Mayotte, sebuah pulau wilayah luar negeri Prancis, yang mendorong dikeluarkannya peringatan merah.

Pihak berwenang menyarankan warga untuk tetap berada di rumah, namun topan ini hanya menyebabkan kerusakan kecil saat bergerak ke selatan pulau tersebut.

Daerah itu mengalami banjir ringan dan beberapa gangguan, tetapi infrastruktur sebagian besar tidak terpengaruh.

Dalam pernyataannya, IFRC menekankan bahwa bersama tim Palang Merah setempat, mereka memantau situasi dengan cermat saat badai melanjutkan perjalanannya ke barat daya Madagaskar.

Komunitas di sepanjang jalur badai telah diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi anjuran keselamatan guna meminimalkan risiko lebih lanjut.

Dampak Topan Dikeledi ini terjadi kurang dari satu bulan setelah wilayah tersebut dilanda Topan Chido, yang menyebabkan kehancuran signifikan di Mayotte dan sebagian Madagaskar.

Topan Chido menghantam Mayotte pada 14 Desember 2024, menyebabkan kerusakan yang meluas.

Badai itu mengakibatkan setidaknya 35 kematian yang dikonfirmasi, sekitar 2.500 orang terluka, dan hingga 100.000 orang mengungsi, menurut otoritas setempat.

Ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi Mayotte setelah Topan Chido, otoritas setempat melaporkan bahwa kerusakan infrastruktur yang parah telah sangat menghambat upaya penyelamatan dan bantuan.

Mereka juga memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa bisa meningkat karena tantangan besar dalam mengakses area yang terdampak. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.