• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Wow! Serangga Kayu Berukur...

Wow! Serangga Kayu Berukuran Super Ditemukan di Hutan Australia

Minggu, 03 Agu 2025, 10:02 WIB

Serangga tongkat berukuran super besar, panjangnya sekitar 40 cm, ditemukan di pohon-pohon dataran tinggi di Millaa Millaa di Atherton Tablelands, Queensland, Australia.

AAP melaporkan, Serangga tersebut ditemukan dan diidentifikasi oleh peneliti Universitas James Cook Angus Emmott dan pakar satwa liar Ross Coupland.

Ket. Foto: Spesies Acrophylla alta yang baru ditemukan dengan sayap terbentang. — Sumber: Universitas James Cook

"Mereka hidup tinggi di kanopi hutan hujan, dan mengaksesnya hampir mustahil," kata Emmott.

"Kita harus menunggu sampai, misalnya, seekor burung menjatuhkannya atau terjadi badai besar dan mereka pun jatuh. Sangat, sangat sulit untuk menemukan mereka di tempatnya."

Spesimen betina beratnya 44 gram, sedikit kurang dari bola golf, tetapi secara signifikan lebih berat daripada serangga terberat di Australia, ngengat kayu raksasa yang beratnya mencapai 30 gram.

"Yang betina punya sayap, tapi karena tubuhnya berat, mereka tidak bisa terbang dengan baik," kata Emmott.

Spesimen tersebut, bersama spesimen betina lainnya, saat ini menjadi koleksi Museum Queensland.

Langkah berikutnya dalam mengidentifikasi dan akhirnya memberi nama spesies adalah menemukan pejantan, yang terbukti sulit, dan bukan hanya karena mereka setipis tongkat.

Serangga tongkat jantan cenderung berukuran lebih kecil secara signifikan dan secara visual berbeda dari serangga betina, yang dalam kasus lain, pasangan serangga tersebut digambarkan bukan hanya sebagai spesies berbeda, tetapi juga berbeda dari genus berbeda secara keseluruhan.

"Anda benar-benar perlu menemukan pejantan yang sedang bersanggama dengan betina," kata Emmott.

"Anda tahu apa itu, lalu Anda mengumpulkan telur-telurnya dan Anda benar-benar dapat memastikan bahwa telur-telur itu adalah satu benda yang sama."

Telur serangga tongkat yang baru ditemukan menjadi kunci identifikasi, karena tidak ada dua telur spesies yang sama.

Serangga tongkat cenderung diam di siang hari untuk menghindari dimangsa burung. Oleh karena itu, para peneliti berjalan melintasi hutan hujan di malam hari sambil membawa senter kepala agar bisa melihat mereka sekilas dengan lebih jelas.

Demikian pula, umur mereka tetap agak tersamarkan.

"Kami sebenarnya belum tahu hal itu, tetapi saya perkirakan hanya beberapa tahun maksimalnya," katanya.

"Karena, ya, ada banyak tekanan pada mereka karena burung-burung terus-menerus mencari dan memakan mereka, dan saya rasa itulah mengapa mereka begitu tersembunyi."

Dengan kedalaman dan kepadatan kehidupan di hutan hujan Queensland, artinya masih banyak spesies serangga yang belum terdefinisi atau belum ditemukan.

"Di sini, di daerah tropis, di Australia utara, kami punya begitu banyak serangga yang belum terdeskripsikan," kata Emmott.

"Misalnya, saya punya jangkrik yang belum terdeskripsikan di kebun ini, yang sedang dideskripsikan oleh seorang teman saya. Saya juga sedang meneliti ngengat di sini karena banyak di antaranya yang belum terdeskripsikan."

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.