Wamendagri: Bendera One Piece Bukan Pelanggaran, tapi Merah Putih Tetap Prioritas

Minggu, 03 Agu 2025, 16:45 WIB

JAKARTA – Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang warga negara mengikuti tren pengibaran bendera bajak laut yang terinspirasi dari komik dan animasi Jepang One Piece. Ia menyebut ekspresi semacam ini sebagai bagian dari dinamika demokrasi selama tidak bertentangan dengan konstitusi.

“Menurut saya, ekspresi seperti itu wajar dalam demokrasi, sepanjang tidak bertentangan dengan konstitusi,” ujarnya kepada media saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu.

Ket. Foto: — Sumber: Instagram @bimaaryasugiarto

Meskipun tidak mempermasalahkan tren tersebut, Bima menekankan bahwa pengibaran bendera Merah Putih harus tetap menjadi prioritas utama. Ia mengimbau seluruh masyarakat agar menghormati dan mengibarkan bendera Merah Putih di berbagai penjuru Tanah Air sebagai bentuk penghormatan terhadap peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 yang jatuh pada 17 Agustus mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Bima juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan para menteri untuk turun langsung ke daerah-daerah perbatasan. Hal ini bertujuan memastikan pelaksanaan pengibaran bendera Merah Putih berjalan baik dan merata, termasuk di wilayah-wilayah terpencil.

“Terkait tren bendera One Piece, kami melihatnya sebagai wadah bagi masyarakat untuk berekspresi dan menyampaikan aspirasi, yang kami terima sebagai masukan,” ujar Bima.

Mantan Wali Kota Bogor itu juga menegaskan bahwa warga tidak dilarang mengibarkan bendera fiktif sebagai bentuk kritik terhadap negara. Ia bahkan membandingkannya dengan praktik umum masyarakat yang sering mengibarkan bendera kelompok, komunitas, maupun organisasi dalam berbagai kesempatan.

“Semua bendera boleh dikibarkan, kecuali yang mewakili organisasi atau ideologi terlarang,” tegasnya.

Pernyataan tersebut muncul sebagai tanggapan atas tren viral menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia, di mana sejumlah warga mengibarkan bendera Bajak Laut Topi Jerami simbol kelompok bajak laut protagonis dalam One Piece—di rumah, kendaraan, hingga ruang publik. Gambar dan video pengibaran bendera bergambar tengkorak dengan topi jerami ini tersebar luas di berbagai platform media sosial.

Dalam semesta One Piece, bendera bajak laut atau Jolly Rogers digunakan sebagai lambang kebebasan, pembangkangan terhadap penindasan, dan semangat melawan ketidakadilan. Simbol ini tidak dimaknai sebagai teror, melainkan bentuk ekspresi perjuangan melawan kekuasaan yang dianggap sewenang-wenang.

Di Indonesia, sebagian masyarakat menafsirkan simbol tersebut sebagai bentuk protes halus terhadap kondisi sosial-politik yang mereka alami. Tren ini mencerminkan bagaimana budaya pop global turut memengaruhi cara warga menyampaikan pendapat secara simbolik dalam konteks lokal, termasuk menjelang perayaan hari besar nasional.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.