Pemkab Bantul Ekspresikan Kreativitas Lewat Creative Carnival
📅 Minggu, 03 Agu 2025, 16:50 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/HO-Kominfo Bantul
Bantul -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berupaya mengekspresikan kreativitas masyarakat daerah ini melalui Bantul Creative Carnival, ajang yang menampilkan beragam kreativitas dan ide yang mencerminkan kekayaan budaya lokal.
"Harapannya agar kegiatan Bantul Creative Carnival itu menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengekspresikan dan mengembangkan kreativitas," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dalam keterangannya di Bantul, Minggu.
Bantul Creative Carnival yang pertama kalinya digelar pada Sabtu (2/8) malam menampilkan beragam kreativitas dan ide yang mencerminkan kekayaan budaya lokal dari 32 kontingen, dengan rute simpang empat Klodran melewati depan Pasar Bantul dan berakhir di perempatan Sumuran, Gose.
"Seperti kita ketahui Bantul merupakan gudangnya orang-orang kreatif. Banyak seniman dan karya seni, termasuk kerajinan, berasal dari sini. Semua itu lahir dari ide-ide kreatif, inovatif, dan tangan-tangan hebat warga Bantul," katanya.
Bupati Halim juga mengatakan antusiasme masyarakat terhadap karnaval tersebut sangat besar, bahkan jumlah peserta karnaval yang menampilkan kreativitas sebenarnya bisa lebih banyak.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sudah kami batasi agar tidak terlalu panjang karnavalnya. Kalau tidak dibatasi bisa sampai 50 kontingen dan selesai hingga subuh," katanya.
Bupati Bantul mengatakan dengan tingginya partisipasi masyarakat tersebut mencerminkan karakter masyarakat Bantul yang guyub dan rukun.
"Masyarakat Kabupaten Bantul itu maunya selalu bersama. Ini karakter satria kita, golong gilig. Kalau bersatu, banyak persoalan bisa kita atasi," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bupati juga mengatakan karnaval tersebut bukan sekadar pertunjukan, tetapi sebagai simbol kebersamaan sekaligus representasi potensi sosial yang layak dikembangkan. Karnaval juga upaya mendukung Kabupaten Bantul menuju penetapan sebagai Kota Kreatif Dunia versi UNESCO Creative Cities Network (UCCN).
"UNESCO butuh bukti. Karnaval ini salah satu buktinya. Tarian-tarian yang ditampilkan adalah bentuk folk art, seni rakyat, budaya yang sudah mengakar di Bantul," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!