Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sirup Kemangi Hasil Inovasi Petani Keren Lampung

📅 Sabtu, 02 Agu 2025, 20:43 WIB | Oleh:

"Kebetulan di desa saya juga mengelola koperasi desa, tentunya sirup ini akan diajarkan ke masyarakat agar mereka bisa memproduksi. Nanti produknya bisa dibantu pemasarannya lewat koperasi, sebab kalau melalui koperasi kepengurusan administrasi seperti izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) akan lebih mudah," ujar Agus.

Kemahiran para pemuda itu mengelola tanaman menjadi produk turunan yang unik dan meningkatkan ketertarikan anak muda untuk bertani tidak lepas dari peran seorang seniman pangan Etih Suryatin, wanita yang dikenal luas karena mengelola berbagai bahan pangan alami menjadi produk makanan.

Para petani milenial yang tergabung dalam Petani Keren diajarkan untuk dapat mengidentifikasi sumber bahan pangan lokal yang memanfaatkan tren pasar agrikultur, dan memetakan pasar produk serta inovasi produk yang sesuai dengan standar keamanan pangan.

Lampung, dengan potensi rempah dan bahan pangan lokal melimpah, dapat menghasilkan berbagai macam produk turunan untuk mendukung keberadaannya sebagai provinsi gastronomi yang tersohor, dengan berbagai produk pangan lokal hasil petani muda yang tidak hanya lezat, menarik, sehat, dan layak dijadikan sebagai buah tangan.

"Sekarang ini trennya adalah hidup sehat. Orang mulai suka minum teh atau minum-minuman herbal. Jadi kemangi ataupun limbah dari cengkeh bisa dikelola menjadi minuman herbal kekinian yang menjaga kesehatan konsumen," ujar Etih.

Dari sisi pengelolaan, bahan pangan lokal kolaborasi antara seniman pangan dan petani milenial itu dapat menjadi salah satu inovasi yang memperkuat rantai ekonomi produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Untuk meningkatkan minat anak muda mau terjun menjadi petani dalam upaya mendukung keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia, FAO dengan pemerintah pun tengah mempersiapkan masuknya kurikulum pertanian untuk masuk dalam pendidikan formal.

Menurut perwakilan FAO untuk Indonesia and Timor Leste Rajendra Aryal,  kurikulum mengenai pertanian menjadi sarana mengenalkan pentingnya pertanian ke anak sejak dini, sehingga ketertarikan terjun ke sektor pertanian telah dipupuk sejak kanak-kanak.

Namun kurikulum pertanian tersebut untuk sementara ini belum akan diterapkan secara formal dalam pendidikan, melainkan dilakukan melalui ekstrakurikuler Pramuka.

Berbagai upaya itu dilakukan untuk menarik perhatian generasi muda agar lebih berani, tertarik serta memiliki keinginan untuk mengusahakan lahan pertanian. Serta menghasilkan beragam produk turunan pertanian untuk mendukung ekonomi desa, dan mengurangi keterpurukan sektor pertanian karena sumber daya manusia yang menua serta kurang mengaplikasikan teknologi pertanian modern.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

45 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.