Dampak Kereta Anjlok, KAI Evakuasi Penumpang dengan Bus dari Tegal

Sabtu, 02 Agu 2025, 11:20 WIB

SEMARANG - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang mengambil langkah tanggap darurat dengan mengerahkan 13 unit bus guna mengevakuasi dan melanjutkan perjalanan ratusan penumpang yang terdampak insiden anjloknya kereta api di wilayah Subang, Jawa Barat. 

Para penumpang yang sempat tertahan di Stasiun Tegal tersebut dialihkan ke moda transportasi darat menuju sejumlah destinasi utama, seperti Jakarta, Cirebon, dan Cikampek.

Ket. Foto: Petugas memeriksa rangkaian kereta api Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi-Gambir yang anjlok di emplasemen Station Pegaden Baru, Subang, Jawa Barat, Jumat (1/8/2025). — Sumber: ANTARA/ Abdan Syakura.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mitigasi gangguan operasional serta menjaga kenyamanan dan kepastian layanan kepada pengguna jasa kereta api. 

Selain itu, KAI juga melakukan koordinasi lintas wilayah untuk meminimalkan dampak lanjutan pada perjalanan kereta api lainnya serta mempercepat normalisasi jalur. 

Peristiwa ini mencerminkan pentingnya sistem respons cepat dan integrasi moda dalam menghadapi kondisi darurat di sektor transportasi publik.

"Ada 539 penumpang yang diantar dengan selamat untuk melanjutkan perjalanan," kata Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo, di Semarang, Sabtu (2/8).

Menurut dia, upaya tersebut dilakukan untuk memastikan para penumpang bisa melanjutkan perjalanan ke daerah tujuannya.

Terhadap penumpang yang terdampak perjalanan kereta akibat kecelakaan tersebut, kata dia lagi, PT KAI juga memberikan service recovery sesuai ketentuan.

Hingga Sabtu pagi, ujar dia pula, PT KAI membatalkan perjalanan 19 KA akibat kecelakaan yang dialami KA Argo Bromo Anggrek itu.

Franoto mengatakan sebagian besar KA yang dibatalkan perjalanannya itu merupakan kereta jarak jauh dengan relasi Semarang-Jakarta.

PT KAI melayani pengembalian tiket para calon penumpang yang batal berangkat akibat pembatalan tersebut yang bisa dilakukan dalam kurun waktu tujuh, terhitung setelah tanggal keberangkatan.

Sebelumnya diberitakan, rangkaian KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Semarang anjlok di emplasemen Stasiun Peganden Baru, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (1/8) sore.

Akibat peristiwa tersebut, perjalanan sejumlah KA dari dan menuju berbagai stasiun di Daop 4 Semarang.

Sementara itu, KAI Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun, Jawa Timur, menyebutkan bahwa sejumlah perjalanan kereta api di wilayah jarak jauh ikut terdampak akibat KA Bromo Anggrek anjlok.

"Khusus di wilayah PT KAI Daop 7 Madiun, sejumlah perjalanan KA juga terdampak akibat keterlambatan kedatangan rangkaian dari wilayah operasional lain," kata Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Rokhmad Makin Zainul saat dikonfirmasi, Sabtu (2/8).

Ia menjelaskan beberapa kereta api itu dengan beragam tujuan termasuk ke Blitar. KA 151 Brantas relasi Blitar-Pasar Senen dijadwalkan berangkat pukul 12.55 WIB, dan masih menunggu kedatangan rangkaian KA 152 dari wilayah Daop 2.

KA 273 Kahuripan relasi Blitar-Kiaracondong dijadwalkan berangkat pukul 17.10 WIB. Saat ini rangkaian KA 274 masih berada di wilayah Daop 5 dengan keterlambatan 90 menit.

KA 149 Singasari relasi Blitar-Pasar Senen perjalanan dibatalkan pada Sabtu, 2 Agustus 2025.

Ada juga KA 161 Bangunkarta relasi Jombang-Pasar Senen berangkat pukul 06.55 WIB dengan rangkaian siap berangkat.

KA 143 Madiun Jaya relasi Madiun-Pasar Senen dijadwalkan berangkat pukul 08.00 WIB, namun pada Sabtu, 2 Agustus 2025 perjalanan dibatalkan. KA 144 saat ini masih berada di wilayah Daop 1.

Ia menjelaskan imbas KA Bromo Anggrek yang anjlok berdampak pada perjalanan kereta api lainnya. Beberapa perjalanan kereta api mengalami keterlambatan akibat kedua jalur rel di lokasi kejadian tidak dapat dilalui.

Untuk meminimalisir dampak terhadap pelanggan, KAI memberlakukan pola operasi memutar terhadap beberapa perjalanan KA yang seharusnya melalui lintas Cirebon-Cikampek. Jalur alternatif yang digunakan yaitu melalui Cirebon/Tegal-Purwokerto-Kroya-Banjar-Bandung-Cikampek.

Ia menegaskan bahwa KAI memohon maaf atas keterlambatan perjalanan KA akibat gangguan operasional di Stasiun Pegadenbaru, Subang, Jumat (1/8). Pola operasi memutar mulai diberlakukan guna mengatasi masalah tersebut.

PT KAI juga memastikan bahwa seluruh penumpang dari KA terdampak telah dievakuasi dengan selamat dan dapat melanjutkan perjalanan menuju tujuan masing-masing.

"KAI menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang perjalanannya terganggu akibat kondisi ini. KAI berkomitmen untuk terus mempercepat proses pemulihan layanan, serta memberikan kompensasi kepada pelanggan terdampak sesuai ketentuan service recovery yang berlaku," kata dia lagi.

Keselamatan dan kenyamanan pelanggan, katanya pula, merupakan prioritas utama. KAI akan terus berupaya meningkatkan keandalan operasional dan mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.