Jepang Keluarkan Peringatkan Risiko Pantulan Gelombang Tsunami

Kamis, 31 Jul 2025, 15:20 WIB

TOKYO - Menyusul gempa dahsyat yang melanda dekat Semenanjung Kamchatka, Russia, pada Rabu (30/7) pagi, Badan Meteorologi Jepang pada Kamis (31/7) mengatakan gelombang tsunami yang datang setelah gelombang pertama bisa lebih kuat, sebagian karena topografi bawah laut yang unik di wilayah tersebut.

Gempa dengan perkiraan magnitudo 8,8 terjadi di dekat semenanjung itu sekitar pukul 11.25 waktu setempat. Gelombang tsunami terpantau di sebagian besar pesisir Pasifik Jepang.

Ket. Foto: — Sumber: NHK

Badan Meteorologi menyatakan bahwa pegunungan bawah laut yang dikenal sebagai Rangkaian Pegunungan Laut Kaisar terletak di sebelah timur semenanjung tersebut, membentang sekitar 2.000 kilometer dari selatan ke utara.

Gunung-gunung laut itu terletak pada kedalaman sekitar 6.000 meter, dengan beberapa di antaranya menjulang lebih dari 4.000 atau 5.000 meter di atas dasar laut.

Badan tersebut memperkirakan topografi ini dapat menyebabkan gelombang tsunami terpantul, menjadikannya makin tinggi saat bergerak menuju kepulauan Jepang.

Pada gempa tahun 2006 yang terjadi di lepas pantai timur Kepulauan Kuril, sebelah selatan episentrum gempa hari Rabu, Badan Meteorologi Jepang menemukan bahwa gelombang pantul tsunami yang disebabkan oleh topografi setempat lebih tinggi dibandingkan tsunami pertama.

Gelombang yang lebih tinggi itu mencapai pesisir Jepang barat. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Berbagai Sumber, Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.