Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AKBP Agung Pranajaya, Kapolres Solok, memperingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan sembarangan.

📅 Kamis, 31 Jul 2025, 19:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
AKBP Agung Pranajaya, Kapolres Solok, memperingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan sembarangan. Doc: Antara Foto
Ket. Kepala Kepolisian Resor Solok AKBP Agung Pranajaya.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Solok, Sumatra Barat (Sumbar) AKBP Agung Pranajaya mengeluarkan peringatan tegas untuk mencegah terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di kabupaten setempat.

"Kami imbau kesadaran masyarakat untuk proaktif mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di Solok, karena dampaknya kepada kita semua," kata AKBP Agung Pranajaya di Solok, Kamis.

Ia mengatakan untuk mengantisipasi kejadian tersebut dirinya telah mengeluarkan lima poin imbauan serta larangan tegas kepada masyarakat di kabupaten setempat.

Pertama adalah larangan untuk membakar hutan atau lahan apapun alasannya, karena dapat memicu kebakaran dengan skala yang lebih luas.

Kedua apabila warga melihat kebakaran maka diminta segera melaporkan kejadiannya kepada pihak Kepolisian, ataupun instansi terkait.

Selanjutnya adalah larangan membuang untuk rokok di sembarang tempat, lalu tidak meninggalkan api di kawasan hutan ataupun lahan.

Terakhir adalah larangan untuk membuka lahan dengan cara membakar hutan maupun lahan, seluruh poin tersebut diminta menjadi perhatian masyarakat.

Agung menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan untuk menindak para pelanggar secara hukum dan ketentuan yang berlaku.

Para pelanggar dapat dijerat dengan pidana sebagaimana termuat dalam Undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan.

Salah satunya adalah pasal 78 ayat (3) yang memuat ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara, dan pidana denda maksimal Rp5 miliar.

"Kami imbau masyarakat mematuhi himbauan ini atas dasar kesadaran diri sendiri, demi menjaga lingkungan, keselamatan, serta kesehatan kita bersama," jelasnya.

Kabupaten Solok adalah sebuah kabupaten di provinsi Sumatera Barat yang menjadi salah satu sentra produksi beras terbesar provinsi setempat, dikenal dengan nama Bareh Solok.

Melansir dari Wikipedia, Solok memiliki Topografi wilayah yang sangat bervariasi yakni antara dataran, lembah dan berbukit-bukit, dengan ketinggian antara 329 meter – 1.458 meter di atas permukaan laut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

52 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.