- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Ingin Berdialog deng...
Trump Ingin Berdialog dengan Kim Jong-un soal Denuklirisasi
Rabu, 30 Jul 2025, 02:45 WIBWASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menegaskan dirinya tetap ingin berdialog dengan pemimpin Kim Jong-un, terkait dengan denuklirisasi Korea Utara (Korut). Hal ini disampaikan Gedung Putih saat menanggapi pernyataan Wakil Direktur Departemen Partai Buruh Korut, Kim Yo-jong, yang menyampaikan bahwa negosiasi antara Korut dan AS mengenai denuklirisasi tidak mungkin dilakukan.
Dalam laporan pada Senin (28/7), pejabat Gedung Putih menyampaikan Presiden Trump masih terbuka untuk berkomunikasi dengan pemimpin Kim Jong-un guna mengakhiri program nuklir Korut secara menyeluruh.
Sebelumnya Kim Yo-jong, adik perempuan dari pemimpin Kim Jong-un, menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin menyangkal bahwa hubungan pribadi antara kepala negara Korut dan Presiden AS saat ini tidak buruk, namun tetap menegaskan kembali posisi Korut bahwa mereka tidak akan melakukan negosiasi dengan AS dengan tujuan denuklirisasi.
"Setidaknya harus ada kebijaksanaan untuk mengakui bahwa konfrontasi antara dua negara pemilik nuklir tidak akan menguntungkan siapa pun. Maka dari itu, sebaiknya kita mencari jalur komunikasi alternatif yang didasarkan pada pemikiran baru tersebut,â ucap Kim Yo-jong yang mengisyaratkan kemungkinan adanya dialog untuk tujuan lain selain denuklirisasi.
Sejauh ini, pemerintahan Trump tetap menegaskan bahwa tujuan AS adalah denuklirisasi total Korut, dan bahwa Presiden Trump bersedia menempuh jalur diplomatik, termasuk melalui pertemuan tingkat tinggi, demi tujuan tersebut.
Pejabat Gedung Putih juga sebelumnya pada Jumat (25/7) menjawab pertanyaan dari Yonhap News mengenai apakah sanksi baru terhadap Korut menandakan bahwa diplomasi akan sulit dilakukan dalam waktu dekat. Pejabat itu mengatakan bahwa Presiden Trump tetap membuka pintu untuk berdialog dengan pemimpin Kim Jong-un demi mencapai denuklirisasi total Korut.
Sementara itu saat memperingati 72 tahun peringatan gencatan senjata Perang Korea pada 27 Juli, Presiden Trump menyatakan bahwa pihaknya tetap berupaya untuk melindungi Semenanjung Korea dengan menekankan aliansi yang kuat antara Korea Selatan (Korsel) dan AS.
Menurut pesan yang disampaikan oleh Trump pada Senin, AS fokus melindungi Semenanjung Korea dengan melakukan kerja sama demi kestabilan, perdamaian, dan kemakmuran sesuai kebijakan luar negeri perdamaian melalui kekuatan.
Trump menekankan bahwa masih ada kejahatan dari komunisme di Asia, namun pasukan Korsel dan AS tetap bersatu di bawah aliansi yang kuat.
Dia juga menjelaskan bahwa garis demarkasi yang membagi dua Korea tetap tertinggal di dalam Zona Demiliterisasi (DMZ) walaupun 70 tahun telah berlalu setelah perjanjian gencatan senjata ditandatangani.
Presiden Trump pun menuturkan bahwa pemerintahan periode pertamanya memberikan tekanan tinggi kepada Korut termasuk penjatuhan sanksi untuk denuklirisasi, pembebasan sandera warga AS, dan pemulangan kerangka jenazah militer AS.
Tanggapan Kim Yo-jong
Menanggapi perkembangan terbaru, Kim Yo-jong menyatakan bahwa jika AS gagal menerima realita yang telah berubah dan terus terjebak pada masa lalu, maka pembicaraan di masa depan hanya akan menjadi harapan sepihak dari pihak AS.
Pernyataan Kim Yo-jong itu disampaikannya melalui kantor berita KCNA pada Selasa (29/7).
Menanggapi pernyataan pejabat Gedung Putih yang mengatakan bahwa Washington DC tetap terbuka untuk berdialog dengan Pyongyang mengenai denuklirisasi, Kim Yo-jong mengatakan bahwa penting untuk mengingat bahwa tahun 2025 bukanlah tahun 2018 atau 2019.
Kim Yo-jong juga menegaskan bahwa jika Washington DC berniat memanfaatkan hubungan pribadi antara kedua pemimpin sebagai cara untuk mengakhiri program senjata nuklir Korut, maka upaya itu hanya akan menjadi bahan olok-olok.
Ia menekankan bahwa Korut telah mengamankan statusnya sebagai negara bersenjata nuklir yang utuh dan bahwa lingkungan geopolitik telah berubah secara drastis. Ia pun memperingatkan bahwa setiap upaya untuk menyangkal status nuklir Korut akan ditolak secara tegas. KBS/I-1
- korean won
- us dollar
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Brimob Polda Sumut Bersama Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah ke Sekolah Darurat
-
Jadwal Lengkap Pertandingan FIFA Series 2026 di Jakarta, Indonesia Lawan Siapa?
-
Tirta Bhagasasi Targetkan 1,2 Juta Warga Bekasi Terlayani Air Bersih di 2027
-
IHSG Hari Ini Berakhir di Zona Hijau, The Fed Bikin Senyum Bursa
-
Perbaiki Layanan, Ombudsman Minta Data Kepesertaan Jaminan Sosial Diperkuat
-
Karawang Terapkan Teknologi RDF, Sampah Diolah Jadi Energi Alternatif Pengganti Batu Bara
-
Anak Agung Gde Agung Bharata, Mantan Bupati Gianyar, Wafat dan Akan Diaben Sesuai Adat Hindu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.