• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Mengejutkan, John Travolta...

Mengejutkan, John Travolta Raih Penghargaan Kehormatan Palme d'Or di Festival Film Cannes 2026

Minggu, 17 Mei 2026, 08:07 WIB

CANNES - Bintang Hollywood John Travolta menerima penghargaan prestasi seumur hidup yang mengejutkan di Festival Film Cannes pada hari Jumat (16/5) saat ia menayangkan perdana film pertama yang pernah disutradarainya.

Pria yang mendadak menjadi ikon berkat "Saturday Night Fever" itu tampak terharu saat menerima penghargaan kehormatan Palme d'Or sebelum pemutaran film "Propeller One-Way Night Coach", yang diadaptasi dari buku anak-anak yang ia tulis.

Ket. Foto: John Travolta Raih Penghargaan Kehormatan Palme d'Or di Festival Film Cannes — Sumber: Yahoo

"Aku benar-benar tidak percaya. Ini melampaui Oscar, sungguh," katanya saat menerima penghargaan kehormatan Palme d'Or.

"Film-film favorit saya sepanjang hidup saya selalu adalah film-film pemenang Palme d'Or."

Travolta -- yang belum pernah memenangkan Oscar -- membangkitkan kembali kariernya yang meredup dengan perannya yang ikonik sebagai pembunuh bayaran Vincent Vega dalam film "Pulp Fiction" karya Quentin Tarantino, yang memenangkan penghargaan utama Palme d'Or di festival tersebut pada tahun 1994.

Banyak kritikus memujinya sebagai penampilan terbaiknya, salah satu yang sejak itu tercatat dalam sejarah perfilman.

Cannes merahasiakan penghargaan itu hingga Travolta naik ke panggung untuk pemutaran perdana film tersebut.

Di luar penghargaan tersebut, Travolta (72) mengatakan ia sangat terkejut karena debut penyutradaraannya, yang dibintangi oleh putrinya, Ella Bleu Travolta, diterima di festival film paling bergengsi di dunia.

Dia berkata ketika sutradara Thierry Fremaux memberitahunya pada bulan November bahwa "ini akan menjadi film pertama yang diterima sedini itu, saya menangis seperti bayi."

"Saya tidak menyangka film saya akan diterima," tambahnya.

Sebagai seorang pencinta pesawat terbang seumur hidup, "Propeller One-Way Night Coach" adalah kisah otobiografi yang terungkap di era keemasan penerbangan.

Cerita ini mengisahkan seorang penggemar pesawat muda yang melakukan perjalanan satu arah ke Hollywood bersama ibunya.

"Ini adalah cetak biru hidupku," kata aktor itu, berjanggut dan mengenakan baret krem. 

"Semua orang yang terlibat dalam film itu duduk di antara penonton di sana, keluarga saya." 

"Dan inilah mengapa film ini ada dan mengapa saya ada sebagai seorang seniman, karena orang-orang di sana," tambahnya, sambil menunjuk ke keluarganya dan kru film.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.