Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wamendag Dorong Ekspor Alkes: RI Tak Mau Jadi Pasar Saja!

📅 Selasa, 29 Jul 2025, 22:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wamendag Dorong Ekspor Alkes: RI Tak Mau Jadi Pasar Saja! Doc: ANTARA/HO-Kemendag
Ket. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Himpunan Pengembangan Ekosistem Alat Kesehatan Indonesia (Hipelki) 2025 di Jakarta, Selasa (29/7/2025).

JAKARTA – Ekspor membuka pasar baru yang lebih luas, memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan volume penjualan dan pendapatan. Hal ini pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Terlalu bergantung pada pasar domestik dapat membuat industri alat kesehatan (alkes) rentan terhadap fluktuasi ekonomi dan perubahan kebijakan. Ekspor membantu mendiversifikasi sumber pendapatan dan mengurangi risiko.

Persaingan di pasar global menuntut perusahaan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk. Hal ini mendorong perusahaan alkes Indonesia untuk mengembangkan produk yang lebih baik, lebih canggih, dan lebih kompetitif di pasar internasional.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti mendorong pelaku industri alkes nasional memanfaatkan peluang ekspor seiring meningkatnya permintaan pasar global.

Dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Himpunan Pengembangan Ekosistem Alat Kesehatan Indonesia (Hipelki) 2025 di Jakarta, Selasa, Roro mengatakan permintaan alkes dunia terus meningkat. Menurutnya, Indonesia perlu memanfaatkan momen tersebut untuk memperluas pasar ekspor.

"Permintaan alkes dunia meningkat dengan tren rata-rata sebesar 3,31 persen dalam lima tahun terakhir (2020-2024). Hal ini merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas ekspor alkes nasional," ujar Roro dalam keterangan di Jakarta, Selasa (29/7).

Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkomitmen mendorong ekspor alkes nasional melalui berbagai upaya, mulai dari fasilitasi promosi dagang, penjajakan pasar luar negeri, hingga penguatan perjanjian perdagangan internasional guna membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia.

Di saat yang sama, Kemendag juga menjaga keseimbangan pasar dalam negeri agar pelaku industri alkes Indonesia memiliki ruang untuk tumbuh.

Selain itu, peningkatan kualitas produk menjadi perhatian utama agar alkes dalam negeri tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tapi juga mampu bersaing secara global.

Roro juga menyoroti pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan produk alkes nasional dapat memenuhi standar internasional, sekaligus menjawab kebutuhan dalam negeri.

Pada 2024, nilai kebutuhan alkes dunia mencapai 498,52 miliar dan diproyeksi akan mencapai 539,82 miliar dolar AS pada 2025.

Berdasarkan data Kemendag, Indonesia berada di peringkat ke-46 dunia sebagai eksportir alkes dengan nilai ekspor mencapai 591,72 juta dolar AS pada 2024. Adapun negara utama tujuan ekspor alkes Indonesia meliputi Singapura sebesar 22,46 persen, Amerika Serikat sejumlah 13,36 persen, Australia senilai 8,21 persen, Jepang dengan 8,11 persen, dan Polandia yang mencapai 6,64 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.