Mendorong “Tarian Burung Raja Udang” sebagai Daya Tarik Wisatawan

Selasa, 29 Jul 2025, 01:10 WIB

DIAM-diam pinggiran Jakarta ternyata memiliki banyak kekayaan budaya dan seni yang layak menjadi unggulan dalam menarik wisatawan. Adalah Tarian Burung Raja Udang yang kali ini ditarikan oleh 685 penari dalam acara Festival Marunda 2025. Kegiatan diselenggarakan di Rusunawa Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (27/7).

“Festival Marunda berjalan dengan baik dan lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya karena semakin banyak pihak yang terlibat,” kata Kepala Unit Pengelola (UP) III Rusun Marunda, Cilincing Burhanudin di Jakarta, Senin. Tarian ini dapat terus dikembangkan agar semakin dikenal dan menjadi daya tarik turis.

Ket. Foto: Anak-anak Jakarta Utara terlibat dalam Tarian Burung Raja Udang saat Festival Marunda 2025 di Rusunawa Marunda, Kecamatan Cilincing Jakarta Utara, Minggu (27/7). — Sumber: Sudin Kominfotik Jakarta Utara

Burhanudin mengatakan persiapan yang dilakukan untuk menggelar Festival Marunda dilakukan dengan panjang dan melalui rapat koordinasi yang berkelanjutan. “Di saat pelaksanaan berhasil mencatatkan rekor Muri dan ini tentu membanggakan,” katanya.

Ia menyebutkan ada 86 anak Rusun Marunda yang menjadi penari saat penampilan Tarian Burun Raja Udang. Ini merupakan kebanggaan bagi warga rusun. Sementara itu, sisanya, para penari merupakan anak-anak teater di Jakarta Utara yang diasuh oleh Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara.

Menurutnya, keberhasilan Festival Marunda 2025 bukan hanya dilakukan Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) dan warga Rusunawana Marunda saja tapi kombinasi semua pihak mulai dari Kementerian PPPA, SKPD, UKPD, LSM, dan NGO. “Kalau hanya UPRS dan warga saja tentu festival ini tidak semeriah itu,” jelasnya.

Burhanudin mengungkapkan Festival Marunda ini digelar sebagai ruang kreativitas masyarakat untuk menambah pendapatan mereka sehingga peluang ekonomi terbuka dengan membuka usaha di aneka agenda yang diadakan. Dengan adanya festival, maka warga dapat membuka usaha yang dapat menambah pendapatan mereka dan muaranya tentu mereka bisa membawa pembayaran sewa rumah susun tepat waktu.

Melalui Festival Marunda dia ingin menggerakkan ekonomi mikro dan juga melakukan pemberdayaan masyarakat sehingga lebih berdaya dan memiliki kemampuan secara ekonomi. “Targetnya nanti setelah ekonomi mereka membaik, mereka bisa keluar dari rumah susun dan memiliki rumah sendiri,” kata dia.

Pagelaran Festival Marunda 2025 dilaksanakan bertepatan dengan peringatan menuju lima abad DKI Jakarta serta Hari Manggrove International dan perayaan Hari Anak Nasional.

Ruang bersama

Sebelumnya Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda Jakarta, Afan Adriansyah Idris mengatakan Festival Marunda merupakan ruang bersama yang dapat mewujudkan kecintaan terhadap budaya, lingkungan, sekaligus memperkuat pemberdayaan perempuan serta anak yang ada di Rusunawa Marunda. Afan menjelaskan, Rusunawa Marunda dihuni lebih dari 9.000 warga dan didominasi oleh perempuan dan juga anak-anak.

Menurutnya, Ruang Bersama Indonesia hasil sinergi pemerintah pusat, daerah, dan swasta ini diharapkan menjadikan masyarakat bisa menjadi lebih kreatif, produktif sekaligus bisa lebih berdaya saing. “Pemprov terus berkomitmen untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang ramah anak dan perempuan dengan melakukan berbagai macam upaya kerja sama kemitraan dan juga lintas sektor,” katanya.

Ia menegaskan, Marunda mempunyai potensi yang tinggi, mulai dari kerajinan batik Marunda yang sudah dikenal luas. Kemudian, ada budi daya mangrove, wisata alam Pantai Marunda, hingga Rumah Si Pitung yang menyimpan kekayaan sejarah.

“Saya harap Festival Marunda ini menjadi agenda rutin tahunan yang dapat mempererat ikatan sosial antar warga dan menarik minat wisatawan untuk mengenal potensi Marunda, guna menggerakkan potensi ekonomi lokal,” tandasnya.

  • Festival Marunda

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.