Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Laboratorium Tiongkok Ciptakan Mesin Pembuat Batu Bata di Bulan

📅 Selasa, 29 Jul 2025, 23:29 WIB | Oleh:
Laboratorium Tiongkok Ciptakan Mesin Pembuat Batu Bata di Bulan Doc: ANTARA/Xinhua/Zha
Ket. Sampel tanah Bulan yang dikumpulkan dari sisi terjauh Bulan dipamerkan dalam pratinjau pameran sains yang menandai Hari Antariksa Tiongkok ke-10 di Pusat Pameran dan Konvensi Shanghai World Expo di Shanghai, Tiongkok timur, pada 23 April 2025.

HEFEI, TIONGKOK - Tim peneliti Tiongkok mengembangkan "mesin pembuat batu bata Bulan" yang dapat memproduksi batu bata dari tanah Bulan, sehingga mewujudkan visi fiksi ilmiah "membangun rumah di Bulan dengan bahan-bahan lokal" kian dekat dengan kenyataan.

Sistem pencetakan 3D tanah Bulan di lokasi (in-situ), yang dikembangkan oleh Laboratorium Eksplorasi Antariksa Dalam (Deep Space Exploration Lab/DSEL) Tiongkok yang berpusat di Hefei, Tiongkok timur, menggunakan energi matahari terkonsentrasi untuk melelehkan dan membentuk tanah Bulan, demikian dilansir Science and Technology Daily pada Senin (28/7).

Membuat batu bata di Bulan

Menurut Yang Honglun, seorang insinyur senior di DSEL, mesin pembuat batu bata Bulan ini menggunakan reflektor parabola untuk memusatkan energi matahari.

Energi terkonsentrasi ini kemudian ditransmisikan melalui berkas serat optik. Di ujung berkas ini, rasio konsentrasi matahari dapat melampaui 3.000 kali intensitas normal. Sistem optik presisi tinggi kemudian memfokuskan sinar matahari terkonsentrasi ini ke sebuah titik kecil, memanaskannya hingga lebih dari 1.300 derajat Celsius untuk melelehkan tanah Bulan.

Batu bata yang dihasilkan oleh mesin ini sepenuhnya terbuat dari sumber daya tanah Bulan in-situ tanpa aditif tambahan. Selain itu, batu bata tanah Bulan ini memiliki kekuatan dan kepadatan yang tinggi, sehingga cocok tidak hanya untuk konstruksi bangunan tetapi juga untuk kebutuhan infrastruktur seperti platform peralatan dan permukaan jalan.

Dari desain konseptual hingga pengembangan purwarupa, tim peneliti menghabiskan waktu sekitar dua tahun untuk mencari tahu cara mengatasi berbagai tantangan teknis di masa depan, seperti transmisi energi yang efisien dan transportasi tanah Bulan.

Misalnya, komposisi mineral tanah Bulan sangat bervariasi di berbagai wilayah Bulan. Untuk memastikan mesin dapat beradaptasi dengan berbagai jenis tanah Bulan, para peneliti mengembangkan beberapa sampel tanah Bulan yang disimulasikan dan melakukan pengujian ekstensif pada mesin tersebut sebelum menyelesaikan desainnya.

Membangun rumah di Bulan

"Meskipun mesin pembuat batu bata Bulan telah mencapai terobosan, membangun struktur layak huni di Bulan masih membutuhkan berbagai upaya dalam mengatasi hambatan teknologi lainnya," kata Yang.

Dia menjelaskan bahwa dalam kondisi Bulan yang ekstrem, seperti vakum tinggi dan gravitasi rendah, batu bata tanah Bulan saja tidak dapat menopang konstruksi habitat.

"Batu bata ini terutama akan berfungsi sebagai lapisan permukaan pelindung bagi habitat. Batu bata ini harus diintegrasikan dengan modul struktural kaku dan modul cangkang lunak udara untuk menyelesaikan pembangunan pangkalan di Bulan," imbuhnya.

Dia menyebutkan serangkaian perkembangan teknologi, termasuk pembuatan batu bata Bulan, perakitan komponen arsitektural, dan evaluasi struktur bangunan, bersama dengan validasi operasional mesin pembuat batu bata serta proses konstruksi dalam kondisi permukaan Bulan yang sebenarnya.

Modul habitat dirancang agar dapat menahan tekanan udara yang diperlukan untuk hunian manusia dan juga dilengkapi sehingga terintegrasi dengan mesin pembuat batu bata Bulan dan robot konstruksi permukaan, menciptakan sistem bangunan yang lengkap, tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.