Tesla Gandeng Samsung Pasok Chip AI6, Nilai Kontraknya Fantastis $16,5 Miliar!
📅 Senin, 28 Jul 2025, 13:36 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Techshot
SEOUL - CEO Tesla Elon Musk pada hari Senin (28/7) mengatakan, raksasa teknologi Samsung Electronics akan menyediakan chip AI6 generasi berikutnya untuk perusahaannya, menyusul pengumuman perusahaan Korea Selatan tersebut tentang kesepakatan senilai 16,5 miliar dollar AS sekitar Rp269 triliun.
Di hari yang sama, Samsung mengatakan telah memperoleh perjanjian berdurasi delapan tahun, tanpa menyebut nama klien, dan hanya menggambarkannya sebagai "perusahaan global besar" dalam pengajuan peraturan.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, kemitraan -- yang berlaku sejak Kamis lalu -- berlangsung hingga akhir tahun 2033.
"Pabrik raksasa baru Samsung di Texas akan didedikasikan untuk memproduksi chip AI6 generasi berikutnya untuk Tesla. Pentingnya hal ini secara strategis sulit dilebih-lebihkan," ujar Musk di X, Senin (28/7).
"Samsung setuju untuk mengizinkan Tesla membantu memaksimalkan efisiensi manufaktur," tambahnya. Ia menyebutnya sebagai "titik kritis" dalam mencapai kesepakatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya sendiri yang akan melangkah maju untuk mempercepat laju kemajuan," ujarnya. Ia menambahkan, pabrik Samsung di Texas "berlokasi strategis, tidak jauh dari rumah saya".
Perusahaan itu mengatakan, kesepakatan tersebut mewakili sekitar 7,6 persen dari proyeksi penjualan tahunan Samsung untuk tahun 2024.
Pihaknya menolak mengonfirmasi bahwa kliennya adalah Tesla, dengan alasan kerahasiaan, bahkan setelah postingan Musk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perjanjian tersebut diperkirakan akan memberikan dorongan besar bagi Samsung, yang menghadapi kendala dalam bisnis pengecorannya, tertinggal dari para pesaingnya SK Hynix dan TSMC Taiwan dalam perlombaan chip kecerdasan buatan yang canggih.
Samsung Electronics merupakan unit utama Samsung Group Korea Selatan, yang sejauh ini merupakan konglomerat keluarga terbesar yang mendominasi ekonomi terbesar keempat di Asia.
Bulan ini, perusahaan tersebut mengatakan pihaknya memperkirakan laba operasi turun 56 persen secara tahunan dan 31 persen dari kuartal sebelumnya, dengan alasan kemerosotan dalam divisi semikonduktor intinya.
Para ahli mengkaitkan penurunan tersebut dengan kelemahan dalam operasi pengecorannya, yang melibatkan produksi chip berbasis kontrak yang dirancang oleh perusahaan lain.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!