Peta Persaingan Juara Liga Inggris, Mampukah Arsenal, Manchester City, dan Chelsea Goyang Dominasi Liverpool
📅 Senin, 28 Jul 2025, 08:32 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
LONDON - Liverpool tampil dominan di musim 2024-25. Di bawah pelatih baru Arne Slot, The Reds menyegel gelar juara Liga Inggris dengan empat laga tersisa dan mengakhiri musim dengan keunggulan 10 poin atas Arsenal di posisi kedua.
Dalam upaya mempertahankan supremasi mereka, Liverpool bergerak agresif di bursa transfer. Salah satu rekrutan teranyar adalah gelandang serang Jerman, Florian Wirtz, yang didatangkan dengan rekor transfer Inggris senilai 116 juta pound atau sekitar 2,5 triliun rupiah.
Tak berhenti di situ, Liverpool kini dikabarkan tengah mengupayakan transfer striker Newcastle United, Alexander Isak, yang dibanderol sekitar 150 juta pound (sekitar 3,27 triliun rupiah). Jika transfer ini terealisasi, total belanja Liverpool musim panas ini bakal menembus 8 triliun rupiah.
Ambisi besar The Reds ini membuat rival-rival utama mereka, yakni Arsenal, Manchester City, dan Chelsea, berada dalam tekanan untuk memperkuat skuat demi menjaga peluang bersaing di musim 2025/26.
Berikut ulasan masing-masing kandidat juara:
Sebaiknya Anda baca juga:
Manchester City – Mampukah Guardiola Kembali Bangkit?
Setelah empat musim beruntun menjadi juara, dominasi Manchester City terhenti. Tim asuhan Pep Guardiola finis di peringkat ketiga musim lalu, tertinggal 13 poin dari Liverpool.
Absennya Rodri akibat cedera ACL dan meniskus sejak September terbukti fatal. Tanpa gelandang bertahan andalannya, lini tengah City kehilangan stabilitas dan mudah dieksploitasi lawan dalam skema serangan balik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kini Rodri telah pulih, dan City bergerak meregenerasi lini tengah dengan mendatangkan Tijjani Reijnders dari AC Milan. Gelandang box-to-box asal Belanda itu diproyeksikan sebagai suksesor Ilkay Gundogan.
Selain itu, kehilangan Kevin De Bruyne yang hengkang ke Napoli coba ditambal dengan hadirnya Rayan Cherki dari Lyon. Meski berstatus talenta berbakat, tak adil jika publik berharap Cherki langsung menyamai kontribusi De Bruyne.
Dalam ajang Piala Dunia Antarklub, Guardiola menjajal kombinasi Rodri, Reijnders, dan Bernardo Silva di lini tengah. Di lini depan, Cherki akan mendampingi Erling Haaland dan Omar Marmoush, menawarkan kreativitas di antara dua penyerang eksplosif.
Namun, pertahanan masih menjadi titik rawan. Dengan James Trafford diproyeksikan menggantikan Ederson, lini belakang City kerap menampilkan gelandang yang dirotasi sebagai bek kanan serta komposisi bek tengah yang tak stabil.
City memang menguatkan tim, tetapi kepergian De Bruyne dan kondisi Rodri pasca-cedera memunculkan keraguan. Kans mereka merebut kembali takhta akan sangat bergantung pada seberapa cepat pemain kunci kembali ke performa terbaik.
Chelsea – Apakah Era Enzo Maresca Siap Membawa Revolusi?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!