Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS dan UE Sepakati Tarif 15 Persen untuk Barang-barang Uni Eropa

📅 Senin, 28 Jul 2025, 09:36 WIB | Oleh:

Uni Eropa dilanda sejumlah gelombang tarif sejak Trump merebut kembali Gedung Putih.

Saat ini negara itu dikenai pungutan sebesar 25 persen untuk mobil, 50 persen untuk baja dan aluminium, serta tarif menyeluruh sebesar 10 persen, yang diancam Washington akan dinaikkan menjadi 30 persen jika tidak ada kesepakatan.

Blok tersebut telah berupaya keras untuk penghapusan tarif bagi industri-industri penting mulai dari pesawat terbang hingga minuman keras, dan industri otomotifnya, yang krusial bagi Prancis dan Jerman, sudah terhuyung-huyung akibat pungutan yang dikenakan sejauh ini.

"Lima belas persen tidak bisa diremehkan, tetapi itu adalah yang terbaik yang bisa kita dapatkan," aku von der Leyen.

Kesepakatan apa pun harus disetujui oleh negara-negara anggota Uni Eropa -- yang duta besarnya, yang sedang berkunjung ke Greenland, telah menerima informasi terbaru dari komisi pada Minggu pagi. Mereka dijadwalkan bertemu kembali setelah kesepakatan tercapai di Skotlandia.

Kanselir Jerman Friedrich Merz dengan cepat memuji kesepakatan itu, dan mengatakan bahwa kesepakatan itu menghindari "eskalasi yang tidak perlu dalam hubungan perdagangan transatlantik".

Namun, para eksportir Jerman kurang antusias. Federasi kelompok industri BDI yang berpengaruh mengatakan kesepakatan itu akan memiliki "dampak negatif yang cukup besar". Sementara asosiasi perdagangan kimia VCI di Jerman mengatakan kesepakatan itu membuat tarif "terlalu tinggi". 

Uni Eropa telah mendorong kompromi pada baja yang dapat memungkinkan kuota tertentu ke Amerika Serikat sebelum tarif berlaku.

Trump tampaknya mengesampingkan kemungkinan itu, dengan mengatakan baja "akan tetap seperti itu", tetapi kepala Uni Eropa kemudian menegaskan bahwa "tarif akan dipotong dan sistem kuota akan diberlakukan" untuk baja.

Meskipun 15 persen jauh lebih tinggi daripada tarif AS yang sudah ada sebelumnya pada barang-barang Eropa, yang rata-rata sekitar 4,8 persen, hal itu mencerminkan status quo, di mana perusahaan saat ini menghadapi tarif tetap tambahan sebesar 10 persen.

Jika perundingan gagal, negara-negara Uni Eropa telah memberikan lampu hijau untuk tarif balasan terhadap barang-barang AS senilai $109 miliar (93 miliar euro) termasuk pesawat terbang dan mobil yang akan berlaku secara bertahap mulai 7 Agustus. 

Trump telah memulai kampanye untuk membentuk kembali perdagangan AS dengan dunia, dan berjanji akan mengenakan tarif hukuman pada puluhan negara jika mereka tidak mencapai perjanjian dengan Washington sebelum tanggal 1 Agustus.

Ketika ditanya apa kesepakatan selanjutnya, Trump menjawab: "Ini kesepakatan besar. Ini yang terbesar dari semuanya."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tumpukan sampah di Sungai Kalibaru Bogor

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Tumpukan sampah di Sungai K...
Ekonomi
BPOM temukan jutaan kosmeti...
Luar Negeri
Mendagri Pakistan Kinjungi ...
Ekonomi
Jasa Marga catatkan laba be...

Siswa belajar di tenda darurat

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Siswa belajar di tenda darurat
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.