Trump Tetap Terbuka untuk Berdialog dengan Kim Jong Un
📅 Minggu, 27 Jul 2025, 10:25 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AFP
WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump tetap terbuka untuk berunding dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un untuk mencapai Korea Utara yang "sepenuhnya terdenuklirisasi", kata seorang pejabat Gedung Putih, Jumat (25/7).
Pernyataan itu dikeluarkan sehari setelah pemerintahan Trump mengumumkan serangkaian tindakan untuk mengganggu skema perolehan pendapatan gelap Pyongyang.
Pemerintahan Trump meluncurkan paket tindakan terhadap Korea Utara pada hari Kamis, termasuk menawarkan hadiah untuk informasi tentang tujuh warga negara Korea Utara yang terlibat dalam skema yang diyakini untuk mengumpulkan dana bagi program nuklir dan rudal rezim tertutup tersebut.
"Presiden Trump dalam masa jabatan pertamanya mengadakan tiga pertemuan puncak bersejarah dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang menstabilkan Semenanjung Korea dan mencapai kesepakatan tingkat pemimpin pertama mengenai denuklirisasi," ujar pejabat tersebut kepada Kantor Berita Yonhap melalui email.
"Presiden mempertahankan tujuan-tujuan tersebut dan tetap terbuka untuk berinteraksi dengan Pemimpin Kim guna mencapai Korea Utara yang sepenuhnya bebas nuklir," kata pejabat tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pejabat itu menanggapi pertanyaan tentang apakah tindakan hari Kamis terhadap Korea Utara mengisyaratkan bahwa pemerintahan Trump menilai diplomasi dengan Pyongyang sulit untuk saat ini, dan bahwa pemerintahan Trump akan fokus pada sanksi dan tindakan terfokus pada tekanan lainnya untuk membawa Korea Utara kembali berdialog.
Harapan terus berlanjut bahwa Trump mungkin berusaha melanjutkan diplomasi pribadinya dengan Kim, yang menghasilkan tiga pertemuan langsung di antara mereka -- yang pertama di Singapura pada tahun 2018, yang kedua di Hanoi pada Februari 2019, dan yang ketiga di desa gencatan senjata antar-Korea di Panmunjom pada Juni 2019.
Bulan lalu, Trump mengatakan akan "menyelesaikan konflik" dengan Korea Utara jika memang ada -- pernyataan yang menambah antisipasi bahwa ia mungkin ingin memulai dialog dengan Kim.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada hari Kamis, pemerintahan Trump mengambil serangkaian langkah terhadap Korea Utara, termasuk memberikan sanksi kepada perusahaan perdagangan Korea Utara, dan memperingatkan bahwa negara itu "tidak akan tinggal diam" ketika Pyongyang mengambil keuntungan dari apa yang disebutnya kegiatan kriminal untuk mendanai program pengembangan senjata yang "mendestabilisasi".
Kegiatan-kegiatan tersebut termasuk skema untuk mengirim pekerja teknologi informasi Korea Utara ke luar negeri, pencurian mata uang kripto, perdagangan barang palsu, dan penyelundupan minyak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!