Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI-Australia Komit Lawan Terorisme dan Ekstremisme Berbasis Kekerasan

📅 Sabtu, 26 Jul 2025, 19:40 WIB | Oleh:
RI-Australia Komit Lawan Terorisme dan Ekstremisme Berbasis Kekerasan Doc: ANTARA/HO-BNPT RI
Ket. Pertemuan ke-10 Konsultasi Bilateral Penanggulangan Terorisme dan Ekstremisme Berbasis Kekerasan antara Indonesia-Australia di Jakarta,

Jakarta -- Indonesia bersama Australia berkomitmen melawan terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan dengan melaksanakan Pertemuan ke-10 Konsultasi Bilateral Penanggulangan Terorisme dan Ekstremisme Berbasis Kekerasan antara Indonesia-Australia di Jakarta, Kamis (24/7).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono menjelaskan konsultasi bilateral tersebut merupakan tindak lanjut atas Rencana Aksi Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Australia atau Plan of Action for the Indonesia-Australia Comprehensive Strategic Partnership (2025–2029).

"Pertemuan bilateral ini merupakan bagian dari implementasi hasil pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Jakarta pada 15 Mei 2025 lalu," ucap Komjen Pol. Eddy saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Dalam dokumen tersebut khususnya pada pilar ke-3, kata dia, kedua negara menekankan kembali pentingnya untuk melanjutkan dan meningkatkan kerja sama di bidang penanggulangan terorisme.

Dikatakan bahwa bentuk kerja sama bilateral penanggulangan terorisme yang dimaksud mencakup berbagai inisiatif, seperti pertukaran informasi antara lembaga penegak hukum, pengembangan riset, seminar dan lokakarya, program peningkatan kapasitas melalui Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC), serta kolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil (OMS).

Selain itu, ia menyebutkan dukungan di forum regional dan multilateral juga menjadi bagian penting dari kerja sama.

BNPT pun menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin melalui mekanisme Kemitraan Australia-Indonesia untuk Keadilan atau Australia-Indonesia Partnership for Justice (AIPJ).

"Kami mendukung terhadap kelanjutan program AIPJ Phase 3 yang akan fokus pada isu terorisme dan kejahatan transnasional," ujarnya.

Kepala BNPT RI menambahkan pihaknya juga mengapresiasi atas dukungan dan kerja sama yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri Australia, khususnya kepada Home Affairs.

"Saya ingin mengapresiasi atas dukungan dan kerja sama dari Home Affairs dalam penguatan kapasitas Pusat Data dan Analisis Strategis BNPT (Pusdalsis), termasuk pembentukan National Threat Assessment dan pelatihan bagi analis BNPT," kata Eddy.

Sementara itu, Duta Besar Australia untuk Isu Penanggulangan Terorisme Gemma Huggins menegaskan komitmen negaranya terhadap kerja sama dan kemitraan yang kuat dengan Indonesia di bidang penanggulangan terorisme.

"Kami terus membangun kerja sama yang sudah kuat di seluruh kemitraan strategis komprehensif Australia-Indonesia dan kemitraan penanggulangan terorisme Australia-Indonesia merupakan aspek utama kerja sama keamanan strategis kita," kata Huggins dalam kesempatan tersebut.

Melalui konsultasi bilateral, Huggins berharap berbagai bentuk penguatan kerja sama dapat dibahas dengan baik sehingga mampu menjawab tantangan penanggulangan terorisme.

Diharapkan pula Australia dapat berbagi penilaian dan membahas berbagai bentuk penguatan kerja sama dengan tujuan untuk mengatasi beberapa tantangan yang ada.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Luar Negeri
Pintu Uni Eropa Terbuka Leb...
Nasional
Menuju Tol Tanpa Gerbang, P...

Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mengundurkan Diri

55 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Presiden Serbia Aleksandar ...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.