IHSG Melonjak 3 Persen Lebih Sepekan Ini! Pasar Mulai Pede Lagi?
📅 Jumat, 25 Jul 2025, 18:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/Fauzan.
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan sepanjang pekan ini, menandakan kembalinya optimisme investor meski awan ketidakpastian ekonomi global masih membayangi.
Sinyal dovish dari bank sentral global turut memberi sentimen positif, meredakan kekhawatiran atas tekanan suku bunga tinggi yang berkepanjangan.
Di sisi domestik, pelaku pasar juga menilai prospek ekonomi Indonesia tetap resilien di tengah tekanan eksternal, dengan inflasi yang terkendali dan konsumsi rumah tangga yang tetap menjadi motor utama pertumbuhan.
Namun, penguatan IHSG ini tetap dibayangi volatilitas jangka pendek. Pasar masih akan mencermati arah kebijakan moneter global, pergerakan nilai tukar, serta stabilitas politik menjelang pembahasan RAPBN dan dinamika pasca-pemilu.
Strategi selektif tetap jadi kunci, terutama bagi investor ritel yang mengejar momentum sektor-sektor dengan katalis kuat.
Sebaiknya Anda baca juga:
IHSG sepanjang 18-25 Juli 2025 menguat 231,58 poin atau 3,17 persen. IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (25/7) sore, ditutup menguat 12,60 poin atau 0,17 persen ke posisi 7.543,50, di tengah pelaku pasar bersikap "wait and see" terhadap pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada pekan depan.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,29 poin atau 0,66 persen ke posisi 794,51.
"Pasar menantikan lanjutan negosiasi dagang dan FOMC Meeting pekan depan," sebut Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari mancanegara, mayoritas bursa saham kawasan Asia ditutup melemah di tengah meningkatnya konflik antara Thailand dan Kamboja, yang dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap perekonomian kedua negara yang bergantung dari pariwisata.
Pada pekan depan, banyak agenda global yang akan dicermati oleh para pelaku pasar, diantaranya negosiasi dagang lanjutan antara Amerika Serikat (AS) dan China di Stockholm, Swedia, pada 28 dan 29 Juli 2025, kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Skotlandia pada 25 sampai 29 Juli 2025, serta pertemuan FOMC The Fed pada 29 dan 30 Juli 2025.
Pada kunjungan ke Skotlandia, berpotensi adanya negosiasi lanjutan antara AS dengan Inggris mengenai tarif impor 25 persen atas produk baja dan aluminium dari Inggris.
Pada perjanjian awal antara AS dan Inggris yang mulai berlaku 30 Juni 2025 ada salah satu komitmen bahwa AS akan menghapus tarif impor produk baja dan aluminium dari Inggris tersebut.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat yaitu dipimpin sektor keuangan yang naik sebesar 1,68 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang baku yang naik masing- masing sebesar 0,99 persen dan 0,76 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!