• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Hebat! Heartology Berhasil...

Hebat! Heartology Berhasil Tangani Operasi Kompleks Redo Aorta dari Pasien Pasca Operasi Jantung di Luar Negeri

Kamis, 24 Jul 2025, 00:20 WIB

JAKARTA — Tidak semua nyeri perut berasal dari masalah pencernaan. Dalam sejumlah kasus, nyeri hebat pada perut justru bisa menjadi pertanda kondisi yang mengancam jiwa, salah satu contohnya adalah diseksi aorta.

Penyakit ini ditandai dengan pembuluh darah aorta robek dan terpisah dari lapisan tengah dinding aorta. Selain nyeri di perut, terkadang, gejala diseksi aorta mirip dengan gejala penyakit lain, seperti penyakit jantung dan stroke. 

Ket. Foto: Tindakan prosedur operasi bental untuk menangani pasien dengan kondisi medis diseksi aorta. — Sumber: Heartology Cardiovascular Hospital

Kasus diseksi aorta aru-baru ini berhasil ditangani oleh tim medis multidisiplin Heartology Cardiovascular Hospital. Seorang pasien perempuan berusia 64 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut hebat yang ternyata merupakan gejala diseksi aorta Stanford A, dengan tipe DeBakey I yang robekan membentang dari akar aorta (aortic root) hingga ke lengkung aorta.

Yang membuat kasus ini semakin menantang adalah riwayat pasien yang telah menjalani operasi penggantian katup jantung (mechanical AVR) di luar negeri pada tahun sebelumnya dan masih mengkonsumsi obat pengencer darah (antikoagulan). Dengan risiko perdarahan tinggi dan kondisi aorta yang tegang serta rentan pecah, operasi lanjutan (redo surgery) menjadi sangat berisiko, namun satu-satunya pilihan untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Dipimpin oleh dr. Dicky A. Wartono, Sp.BTKV, dokter spesialis bedah jantung dan pembuluh darah di Heartology, tim Heartology memutuskan untuk segera melakukan operasi besar yang mencakup, penggantian aortic root, aorta asendens, dan hemiarch dan juga reimplantasi kedua pembuluh darah koroner.

Tim menghadapi tantangan serius berupa perlengketan hebat (adhesi) di sepanjang permukaan jantung (epikardium), serta keberadaan lumen palsu (false lumen) dan robekan besar pada aorta. Namun, berkat koordinasi yang solid dan keahlian tingkat tinggi, operasi berlangsung sukses tanpa komplikasi intraoperative artinya berupa perdarahan, fraktur, pergeseran, cedera jaringan lunak, dan cedera saraf.

Dr. Dicky menuturkan, keberhasilan penanganan kasus ini menegaskan kapabilitas Heartology dalam menangani operasi redo bedah jantung, termasuk kasus-kasus yang merupakan komplikasi dari Tindakan medis sebelumnya di luar negeri.

“Keberhasilan operasi ini merupakan hasil dari diagnosis yang cepat, keputusan medis yang tepat, dan koordinasi tim multidisiplin yang sangat solid. Setiap detik sangat berarti dalam kasus seperti ini,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, multidisiplin Heartology Cardiovascular Hospital terus menerima dan menangani berbagai kasus serupa yang membutuhkan pendekatan lintas keahlian, pengalaman luas, serta fasilitas medis yang memadai.

Kenali Gejala Diseksi Aorta Sejak Dini

Diseksi aorta kerap disalahartikan sebagai gangguan lambung atau muskuloskeletal. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain, nyeri dada atau perut hebat yang datang tiba-tiba, nyeri menjalar ke punggung, leher, atau bahu, sesak napas, rasa lemas mendadak, hingga pingsan, dan riwayat hipertensi, penyakit jantung, atau penggunaan obat pengencer darah.

“Penanganan cepat dan tepat menjadi kunci keselamatan dalam kasus diseksi aorta. Jika mengalami gejala yang mencurigakan, segera periksakan diri ke Heartology Cardiovascular Hospital,” tambahnya dr. Dicky.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.