Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peneliti UGM Ungkap Gunung Api dengan Kandungan Potasium Tinggi Berpotensi pada Letusan yang Dahsyat, di Jawa Timur Ada Ijen, Raung, Bromo

📅 Rabu, 23 Jul 2025, 14:02 WIB | Oleh:
Peneliti UGM Ungkap Gunung Api dengan Kandungan Potasium Tinggi Berpotensi pada Letusan yang Dahsyat, di Jawa Timur Ada Ijen, Raung, Bromo Doc: antara foto
Ket. Ilustrasi gunung api di Indonesia.

YOGYAKARTA - Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan bahwa kandungan potasium dalam magma dapat menjadi indikator baru untuk mendeteksi potensi letusan besar atau dahsyat sebuah gunung api, termasuk pembentukan kaldera.

"Potasium bisa dijadikan indikator baru dalam pemantauan aktivitas vulkanik, terutama untuk menilai potensi terjadinya letusan besar yang memicu pembentukan kaldera," kata Peneliti dari Fakultas Geografi UGM Dr Indranova Suhendro dalam keterangannya di Yogyakarta, Rabu (23/7).

Kandungan potasium dalam magma, lanjutnya, berpotensi menentukan apakah sebuah gunung api kerucut akan berkembang menjadi gunung api berbentuk kompleks (compound) atau menjadi kaldera.

Temuan tim UGM tersebut telah dipublikasikan dalam Jurnal Geomorphology edisi Juli 2025 dengan judul "On The Possible Role of Potassium Enrichment for Controlling The Morphological Evolution of Stratovolcanoes Into Compound or Caldera (Java Island, Indonesia)."

“Dalam studi ini saya beserta tim peneliti menganalisis 40 gunung berapi di Pulau Jawa, termasuk yang selalu aktif seperti Merapi, Raung, dan Ijen," ucapnya.

Untuk menganalisis evolusi morfologi gunung-gunung tersebut, kata dia, tim UGM menggabungkan morfometri dengan analisis citra satelit dan Model Elevasi Digital (DEM) resolusi tinggi dari NASA dan Badan Informasi Geospasial (BIG).

Dengan bantuan perangkat lunak QGIS, kerucut dasar gunung api didigitasi secara manual dan dihitung sejumlah parameternya seperti volume, rasio tinggi-panjang, lereng rata-rata, dan indeks ketidakteraturan.

Selama ini, kata dia, silika selalu dianggap sebagai faktor paling penting yang mengontrol eksplosivitas erupsi gunung api.

Pihaknya menemukan fakta seluruh tipe gunung api di Pulau Jawa (strato, compound, dan kaldera) cenderung memiliki rentang silika yang sama, sementara unsur kimia yang menjadi pembeda utama antara setiap tipe gunung api justru terlihat di kadar potasium.

“Semua tipe gunung api menunjukkan rentang nilai silika dan magnesium yang saling tumpang tindih, sehingga sulit dijadikan pembeda. Tapi begitu kami telusuri kandungan potasium, perbedaannya langsung terlihat. Kaldera selalu memiliki magma dengan kadar potasium yang tinggi,” ucapnya.

Hasil studi menunjukkan gunung bertipe kaldera, seperti Raung, Ijen, Bromo, hingga Dieng, memiliki kandungan kalium yang jauh lebih tinggi dibandingkan gunung bertipe stratovolcano dan compound.

Beberapa studi eksperimental terdahulu mengungkap jika kandungan potasium yang tinggi ini memungkinkan magma menyimpan lebih banyak gas terlarut pada tekanan tinggi, sehingga ketika magma dengan volume besar mengalami dekompresi secara mendadak, pelepasan gas tersebut bisa menciptakan letusan eksplosif dalam skala besar hingga memicu runtuhnya puncak gunung dan membentuk kaldera.

Selain aspek geokimia, pihaknya menyoroti faktor tektonik yang mempengaruhi distribusi gunung bertipe kaldera.

Dari perspektif regional, kemiringan lempeng subduksi di bawah Jawa Timur relatif lebih curam ketimbang di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Kondisi itu mendukung pembentukan magma yang lebih kaya potasium, yang juga tercermin dalam banyaknya jumlah kaldera di Jawa Timur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.