Menlu: Iran Tak Akan Hentikan Pengayaan Nuklir

Rabu, 23 Jul 2025, 02:30 WIB

WASHINGTON DC - Iran tidak berencana untuk menghentikan program nuklirnya, termasuk pengayaan uranium, meskipun fasilitasnya mengalami kerusakan parah setelah serangan Amerika Serikat (AS) bulan lalu, ucap Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, Senin (21/7).

“Untuk saat ini, pengayaan dihentikan karena kerusakannya serius dan parah," kata Menlu Araghchi dalam sesi wawancara di Fox News. "Tetapi yang jelas kita tidak bisa menghentikan pengayaan karena itu adalah pencapaian para ilmuwan kita sendiri," imbuh dia.

Ket. Foto: Abbas Araghchi — Sumber: AFP/OZAN KOSE

Araghchi pun menekankan bahwa setiap kesepakatan nuklir di masa depan harus memuat hak untuk pengayaan.

Ketika ditanya apakah ada uranium yang diperkaya yang diselamatkan dari serangan tersebut, Araghchi mengatakan ia tidak memiliki informasi detail, tetapi Organisasi Energi Atom Iran sedang mencoba mengevaluasi apa yang sebenarnya terjadi pada bahan nuklir dan pada bahan yang telah diperkaya Teheran.

AS pada 22 Juni lalu mengebom tiga fasilitas nuklir di Iran untuk mendukung serangan militer Israel selama 12 hari, termasuk situs pengayaan uranium bawah tanah Fordow yang terletak di selatan Teheran.

Presiden AS, Donald Trump, telah berulang kali menyebut serangan tersebut sebagai sebuah keberhasilan yang menghancurkan sepenuhnya situs-situs tersebut, dan mengecam laporan media yang mengutip temuan intelijen dari penilaian yang lebih konservatif.

Menlu Araghchi, meskipun mengatakan tidak ada solusi militer untuk perselisihan mengenai program Iran, mengatakan kepada Fox News bahwa memang benar fasilitas-fasilitas nuklirnya telah dihancurkan dan fasilitas-fasilitas tersebut mengalami kerusakan parah.

"Tetapi teknologinya ada di sana, program nuklir kami, program pengayaan kami, bukanlah sesuatu yang diimpor dari luar yang dapat dihancurkan oleh pengeboman," ucap dia.

Trump pun menyambut baik komentar Menlu Araghchi dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya pada Senin. "Seperti yang saya katakan, dan kami akan melakukan serangan lagi jika perlu!" tulis presiden AS.

Perundingan Baru

Pernyataan Menlu Araghchi muncul ketika Teheran akan mengadakan perundingan baru mengenai program nuklirnya dengan Jerman, Prancis, dan Inggris, pada Jumat (25/7) mendatang di Istanbul.

Mengenai negosiasi dengan AS untuk meredakan ketegangan regional, Menlu Araghchi mengatakan bahwa Iran selalu terbuka untuk perundingan tetapi tidak langsung untuk saat ini.

"Kami siap melakukan langkah-langkah membangun kepercayaan apa pun yang diperlukan untuk membuktikan bahwa program nuklir Iran bersifat damai dengan imbalan pencabutan sanksi AS,” ungkap dia.

Menlu Iran itu pun juga menegaskan bahwa Teheran akan terus mengembangkan dan memproduksi misil.

Meskipun beberapa rentetan misil diluncurkan ke Israel dan terjadinya gelombang serangan Israel terhadap pangkalan dan peluncurnya, menlu Araghchi mengatakan bahwa negaranya masih memiliki sejumlah misil yang cukup untuk mempertahankan diri. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.