Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Membangun dari Desa, Kunci Memperkuat Perekonomian Nasional

📅 Selasa, 22 Jul 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Eliza memaparkan dengan estimasi rata-rata 3.000-5.000 penduduk per desa, Koperasi Desa Merah Putih tetap berpotensi untung dari berbagai lini bisnis mereka.

Berdasarkan perhitungannya, Eliza menyebut melalui penjualan LPG, Kopdes Merah Putih berpotensi menghasilkan 1-3 juta rupiah per bulan. Ini didasarkan pada perhitungan kasar penjualan sekitar 500 hingga 1.000 tabung per bulan, dengan keuntungan 2.000 hingga 3.000 rupiah per tabung.

Untuk sektor pupuk, koperasi desa bisa meraup keuntungan tahunan sekitar 25-50 juta rupiah yang diperoleh dari margin 5-10 persen dari total penjualan pupuk yang mencapai 500 juta rupiah per tahun, dengan asumsi cakupan lahan sawah seluas 500-1.000 hektare.

Sementara itu, dari penjualan sembako, jika volume penjualannya mencapai 50-100 juta rupiah per bulan dengan margin 10 persen, maka potensi keuntungan yang didapatkan sekitar 5-10 juta rupiah per bulan.

Meskipun angka-angka tersebut menunjukkan potensi untung, keuntungan kumulatif dari model distribusi skala desa itu dinilai belum mampu mencapai target laba maksimal, seperti 1 miliar rupiah per tahun.

Sementara itu, Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan, keberadaan koperasi desa merah putih memang diharapkan menghidupkan perekonomian pedesaan yang dipandang pertumbuhannya di bawah perkotaan. Namun ada sejumlah hal yang mesti diperhatikan.

Pertama, keberadaan koperasi lahir dari adanya kebutuhan bersama untuk diselesaikan secara bersama pula. Koperasi desa kalau dilihat dari berdirinya adalah top down. “Oleh karena itu pekerjaan rumahnya menciptakan kebutuhan bersama masyarakat pedesaan sehingga keberadaan koperasi yang top down dalam proses perkembangannya menjadi bottom up,”ucap Suhartoko.

Kedua, koperasi sebagai badan usaha sosial yang dimiliki warga pedesaan, tidak menghancurkan usaha usaha pribadi masyarakat yang hampir sama dengan bisnis koperasi desa. Bahkan melakukan kerja sama yang saling menguntungkan.

Ketiga, dalam rangka berdirinya koperasi desa, juga terdapat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Apakah selanjutnya koperasi desa menjadi predator BUMDes atau terjalin sinergi, baik di dalam lingkup bisnisnya maupun sumber daya manusianya.

Terakhir, kredit yang dikucurkan ke koperasi desa sangatlah besar dan rawan macet. “Oleh karena itu perlu dipikirkan mitigasi risiko bank krediturnya,”pungkas Suhartoko.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

38 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.