Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenekraf Dorong Sejarah Jadi inspirasi IP Lokal yang Berdaya Saing

📅 Selasa, 22 Jul 2025, 18:34 WIB | Oleh:
Kemenekraf Dorong Sejarah Jadi inspirasi IP Lokal yang Berdaya Saing Doc: ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Wakil Menteri Ekraf Irene Umar Menghadiri Pameran NYALA: 200 Tahun Pameran Diponegoro, Kementerian Ekraf Dorong Sejarah Jadi Inspirasi IP Lokal yang Berdaya Saing, Jakarta, Senin, (21/7).

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan sejarah pahlawan Indonesia bisa dikembangkan menjadi kekayaan intelektual (intellectual property/IP) berdaya saing yang bisa menjangkau lintas media dan generasi.

"Melalui sinergi lintas sektor, sejarah seperti Perang Diponegoro bisa menjadi inspirasi lahirnya gim, film, hingga karya visual yang diminati generasi muda. Inilah kekuatan ekraf bukan hanya melestarikan budaya, tapi mengembangkannya menjadi sesuatu yang hidup dan berdaya saing," kata Wamen Ekraf Irene dalam keterangan pers yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (22/7).

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) mendukung pameran "Nyala: 200 Tahun Perang Diponegoro" yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan di Galeri Nasional Indonesia pada Senin (21/7).

Irene menilai sejarah penting sebagai sumber inspirasi bagi pengembangan kekayaan intelektual lintas media yang relevan bagi generasi masa kini. Ia juga menekankan bahwa seni dan sejarah adalah dua fondasi penting dalam pengembangan subsektor ekonomi kreatif.

"Pameran ini membuktikan bahwa sejarah bukan hanya bisa dikenang, tapi juga dihidupkan kembali melalui karya-karya kreatif yang relevan dengan zaman. Para seniman dan kurator yang terlibat adalah pelaku ekraf, dan ini menjadi bukti nyata bahwa seni adalah medium yang kuat untuk menghubungkan masa lalu dan masa depan," kata Irene.

Pameran "Nyala: 200 Tahun Perang Diponegoro" itu dipersembahkan Kementerian Kebudayaan melalui Museum dan Cagar Budaya dan berlangsung hingga 15 September 2025.

Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia serta memperingati dua abad pecahnya Perang Jawa (1825–1830) peristiwa monumental yang menjadi simbol perlawanan terhadap kolonialisme.

Sementara itu Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa Perang Diponegoro merupakan salah satu perang terbesar dalam sejarah Indonesia.

Dia mengapresiasi para seniman dan kurator yang terlibat dalam pameran ini. Pameran ini bukan sekadar pengingat sejarah, tapi juga undangan bagi generasi muda untuk terlibat aktif, bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai kreator yang menjadikan jejak masa lalu sebagai inspirasi karya masa kini.

"Kita hadir di sini bukan sekadar mengenang nyala fisik dari Perang Diponegoro, tapi juga nyala budaya, semangat perlawanan, identitas, dan kebangsaan. Lewat karya seni dan artefak sejarah, kita bisa menyampaikan kembali nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda. Pameran ini adalah ruang belajar yang hidup, dan saya mengajak generasi muda untuk hadir, menyelami, dan belajar dari pameran ini," ucap Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.