Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Suhu 15–17?°C Bisa Pengaruhi Tanaman, Petani Manggarai Barat Harus Siaga

📅 Jumat, 18 Jul 2025, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Suhu 15–17?°C Bisa Pengaruhi Tanaman, Petani Manggarai Barat Harus Siaga Doc: Antara Foto
Ket. Suasana persawahan Handel Berseri di Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau para petani dan peternak yang bermukim di dataran tinggi di Kabupaten Manggarai Barat mewaspadai dampak suhu rendah terhadap tanaman dan ternak peliharaan.

"Kondisi ini masih akan berlangsung hingga puncak musim kemarau sekitar bulan Agustus," kata Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Seran di Labuan Bajo, Jumat.

Maria menambahkan berdasarkan data pengamatan BMKG Stasiun Meteorologi Komodo suhu minimum saat ini tercatat sekitar 23 derajat Celcius dan suhu maksimum harian masih mencapai 32 derajat Celcius, kelembapan udara berkisar antara 51-80 persen, angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 5-15 knot.

Meski suhu yang terukur tersebut tidak tergolong ekstrem, lanjut dia, kombinasi angin kering dari arah tenggara dan kelembapan udara yang relatif rendah menyebabkan suhu terasa lebih menusuk kulit, terutama di malam hingga pagi hari.

Maria menjelaskan udara yang terasa dingin di Labuan Bajo dan Manggarai Barat secara keseluruhan berkaitan erat dengan aktivitas Monsun Australia.

Saat ini Australia mengalami musim dingin, angin bertiup dari benua tersebut menuju wilayah Indonesia bagian selatan, membawa massa udara kering dan dingin.

"Ini menyebabkan udara di wilayah selatan khatulistiwa seperti NTT, termasuk Labuan Bajo, menjadi lebih dingin pada malam hingga pagi hari," katanya.

Selain itu, langit cerah saat musim kemarau membuat panas yang diserap bumi pada siang hari cepat dilepas kembali ke atmosfer saat malam. Tanpa lapisan awan yang menahan radiasi panas, suhu permukaan turun dengan cepat. Fenomena ini wajar terjadi saat musim kemarau, terutama di wilayah selatan Indonesia.

Meskipun suhu masih dalam kategori normal, masyarakat tetap perlu menjaga kesehatan di tengah suhu malam yang lebih dingin dari biasanya.

"Untuk itu kami mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga kondisi kesehatan, gunakan pakaian hangat saat malam hingga pagi hari," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.