Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kekejaman dan Kebijaksanaan, Dua Wajah Kontras Bangsa Asyur

📅 Rabu, 16 Jul 2025, 07:35 WIB | Oleh:

Kekaisaran Neo-Asyur runtuh pada tahun 610 SM ketika sebuah koalisi negara akhirnya berhasil menjatuhkan kerajaan yang perkasa tersebut. Salah satu dampak terbesar bangsa Asyur di Timur Dekat, yang masih terasa hingga saat ini, adalah pengaruh mereka terhadap Perjanjian Lama.

Israel termasuk di antara banyak kerajaan yang ditaklukkan oleh Neo-Asyur, meskipun mereka dan banyak bangsa taklukan lainnya tidak pernah menerima peran bawahan.

Untuk mengurangi kekuasaan bangsa taklukan yang membangkang, Raja Asyur Sargon II (memerintah 721-705 SM) menambah jumlah provinsi di kekaisaran dari 12 menjadi 25. Raja Hosea dari Israel (memerintah sekitar 732-722 SM) tidak menyukai pengurangan kekuasaannya, sehingga ia memilih untuk memberontak.

Bangsa Israel membujuk Mesir untuk berpihak pada mereka, tetapi itu tidak cukup untuk menghentikan raksasa kekuasaan Asyur. Catatan sejarah Asyur menceritakan bahwa bangsa Asyur mengalahkan Israel (Samaria), dan menawan banyak penduduknya.

Sebaiknya Anda baca juga:

“Aku mengepung dan menaklukkan Samaria, merampas 27.290 penduduknya sebagai rampasan perang. Aku membentuk dari antara mereka sebuah kontingen yang terdiri dari 50 kereta perang dan memaksa penduduk yang tersisa untuk menduduki posisi sosial mereka. Aku mengangkat seorang perwira untuk memimpin mereka dan membebankan upeti kepada mereka dari raja sebelumnya.”

Kitab 2 Raja-raja 18:9-11 dalam Perjanjian Lama juga menceritakan pengepungan tersebut, meskipun disebutkan bahwa Salmaneser adalah raja Asyur yang memimpin serangan tersebut. Para ahli Asyur kini mengetahui bahwa catatan Asyur dan Alkitab saling menguatkan, alih-alih saling bertentangan.

Diyakini bahwa pengepungan tersebut diprakarsai oleh Salmaneser V (memerintah 726-722) dan kemudian diselesaikan oleh penerusnya, Sargon II. Situasi seputar pengalihan kekuasaan masih misterius, meskipun banyak yang percaya Sargon II berkuasa melalui kudeta.

Apresiasi mereka terhadap seni dan keindahan agak bertolak belakang dengan efisiensi brutal bangsa Asyur di medan perang dan taktik diplomatik mereka yang kejam. Relief-relief bergambar detail yang ditemukan di reruntuhan Asyur, Niniwe, Nimrud, dan kota-kota Asyur lainnya merinci bagaimana bangsa Asyur mengenal dan menghormati alam.

Selain adegan peperangan yang detail, banyak relief yang menggambarkan taman-taman luas dan berbagai hewan, terutama singa. Dalam banyak adegan, singa-singa diburu dan dibunuh oleh raja Asyur, tetapi satu relief dari Istana Utara Niniwe menunjukkan bahwa para seniman Asyur tidak semata-mata terobsesi dengan kekerasan.

Adegan yang dimaksud, yang kini berada di British Museum, London, menggambarkan seekor singa dan seekor singa betina yang sedang bersantai dengan damai di sebuah taman. Di balik singa-singa yang digambarkan dengan detail yang baik terdapat pepohonan dan bunga-bunga yang sama detailnya, memberi rasa tenang kepada penonton.

Motif mitologis juga umum dalam seni Asyur. Roh pelindung merupakan tema umum dalam relief Asyur, dengan makhluk yang dikenal sebagai ugallu dan urmahlilu yang berperan sebagai pengawal spiritual raja.

Akhirnya, bangsa Asyur mewarisi tradisi seni patung kerajaan Mesopotamia dan menyempurnakannya. Patung Raja Asyur Ashurnasirpal (memerintah 883-859 SM) setinggi 44 inci adalah contoh sempurna dari hal ini. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.