Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gorong-Gorong Raksasa Inovasi Jepang Atasi Banjir, Jakarta Bisa Tiru?

📅 Rabu, 16 Jul 2025, 11:45 WIB | Oleh:
Gorong-Gorong Raksasa Inovasi Jepang Atasi Banjir, Jakarta Bisa Tiru? Doc: Reuters

Indonesia, khususnya Jakarta dan sekitarnya, selalu dilanda banjir tiap musim hujan. Data BNPB mencatat sepanjang 2024 terjadi 2.107 bencana, sebagian besar berupa banjir, yang menyebabkan jutaan warga terdampak. Keseriusan kondisi ini terlihat pula dalam banjir awal Maret 2025 yang merendam sebagian besar Jabodetabek, menyebabkan sembilan kematian, puluhan ribu orang mengungsi, dan kerugian puluhan juta dolar.

Berbeda dengan kondisi di Indonesia, Tokyo dan sekitarnya sukses mengurangi risiko banjir lewat inovasi infrastruktur: Saluran Pembuangan Bawah Tanah Luar Wilayah Metropolitan (Metropolitan Area Outer Underground Discharge Channel) di Kasukabe, Prefektur Saitama. Struktur ambisius ini dibangun sejak awal 2000-an dan mulai beroperasi pada 2006 dengan biaya konstruksi sebesar 230 miliar yen (±Rp?26 triliun).

Terowongan raksasa ini memiliki panjang 6,3 kilometer dan berdiri 50 meter di bawah tanah. Ia didukung oleh 59 tiang beton setinggi 18 meter dan masing-masing berbobot 500 ton, menciptakan suasana seperti “kuil bawah tanah”. Dengan kapasitas tampung air hingga 670.000 meter kubik, setara volume gedung Sunshine 60 di Ikebukuro saluran ini mampu menahan limpasan melimpah saat cuaca ekstrim.

Menurut Kementerian Infrastruktur Jepang, hingga 2024 saluran ini sudah menghemat kerugian akibat banjir sebesar 148,4 miliar yen, artinya sekitar 65% biaya proyek sudah kembali . Selain manfaat ekonomi, warga sekitar merasakan nilai tak terukur berupa kepastian rasa aman dan kebahagiaan bebas banjir.

Teknologi yang digunakan adalah shield method, metode perisai dengan ekskavator horizontal yang minim gangguan terhadap permukaan jalan dan kehidupan sehari-hari. Teknik ini memungkinkan pembangunan infrastruktur bawah tanah besar tanpa menutup permukaan atau mengganggu mobilitas.

Pertanyaannya: Bisakah Indonesia mencontoh ini? Jawabannya potensial, terutama untuk Jakarta. Dengan kondisi geografis wilayahnya sebagian besar berada di bawah muka air laut strategi seperti ini bisa efektif melengkapi upaya normalisasi sungai, pembangunan polder, dan sistem pompa.

Namun tantangannya nyata: kanal raksasa Jepang menghabiskan anggaran besar (>Rp?26 triliun), memerlukan lahan kedalaman signifikan, dan teknologi pengerjaan khusus yang belum umum di Indonesia. Selain itu, integrasi ke sistem drainase perkotaan memerlukan perencanaan matang, studi hidrologi lokal, dan pendanaan berkelanjutan.

Warga Jabodetabek, terutama di Bekasi dan Bogor, menyadari urgensi solusi masif. Komunitas di Reddit menyoroti keparahan banjir Jatiasih (tinggi 3,5 meter) dan pesisir Bekasi berdampak luas, bahkan melibatkan hewan ternak. Mereka menyarankan adopsi metode serupa seperti di Belanda dan Jepang: kanal bawah tanah, tanggul, dan zona resapan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
PT Pertamina Hulu Indonesia...
Nasional
KRI Nala evakuasi korban ke...
Daerah
BNPB: Tanggul Jebol Picu Ba...

Lorong Bendera Merah Putih di Tasikmalaya

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Lorong Bendera Merah Putih ...

Pelatihan pembuatan roti dan kue di Jakarta

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pelatihan pembuatan roti da...
Daerah
Gunung Lewotobi Laki-Laki A...
Rona
Pemusatan latihan Gita Baha...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.