Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Papua Tengah Dorong Kerja Sama dalam Pencegahan Korupsi

📅 Selasa, 15 Jul 2025, 10:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Papua Tengah Dorong Kerja Sama dalam Pencegahan Korupsi Doc: Antara Foto
Ket. Rapat koordinasi pemberantasan korupsi melalui perbaikan tata kelola pemerintah daerah di wilayah Papua Tengah periode triwulan II Tahun 2025, Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Nabire di Nabire,

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi bersama seluruh instansi dan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan korupsi di wilayah Papua Tengah.

"Tanggung jawab pemberantasan korupsi tidak hanya bertumpu pada satu Instansi atau lembaga saja namun merupakan tanggung jawab seluruh elemen anak bangsa," kata Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa dalam siaran pers yang diterima Antara di Jayapura, Senin.

Menurut Nawipa, pemberantasan korupsi diharapkan berdampak pada peningkatan integritas pemerintahan yang dapat diketahui antara lain melalui skor hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) dan Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK).

"Upaya pencegahan korupsi daerah yang dilakukan pemerintah daerah dilaporkan melalui Monitoring Controlling and Surveilance For Prevention (MCSP) yang merupakan Rencana Aksi Pencegahan Korupsi yang didorong oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya telah melaksanakan rapat koordinasi pemberantasan korupsi melalui perbaikan tata kelola pemerintah daerah di wilayah Papua Tengah periode triwulan II pada 2025, Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Nabire yang berfokus pada area perencanaan, penganggaran, penertiban aset, optimalisasi pajak daerah dan Pengadaan Barang Dan Jasa (PBJ) strategis.

"Kemudian Monitoring Controlling and Surveilance For Prevention (MCSP) di Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Nabire," katanya lagi.

Dia menambahkan pada 2024 total nilai capaian MCP Pemerintah Provinsi Papua Tengah adalah 53 persen dengan nilai rata-rata Provinsi Papua Tengah 42 persen.

"Dengan kondisi rata-rata nilai MCP yang masih di bawah 50 persen tentunya ini menjadi tantangan bagi kami agar bisa meningkatkan capaian tersebut," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...

Para Pembalap Mencermati Cuaca di Mandalika

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Para Pembalap Mencermati Cu...
Ekonomi
Bantu UMKM, Pemerintah Kota...
Advertisement
BMKG: Gempa Lombok Barat akibat Deformasi Batuan Lempeng Indo-Australia

BMKG: Gempa Lombok Barat akibat Deformasi Batuan Lempeng Indo-Australia

07 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.