Petualangan Baru Sherina di Panggung: Nostalgia Bertemu Era Digital
📅 Senin, 14 Jul 2025, 17:05 WIB | Oleh: OpikBukan sekadar nostalgia
Pertunjukan ini jelas menyasar dua lapis penonton: mereka yang tumbuh bersama film “Petualangan Sherina”, dan mereka yang baru mengenal karakter ini untuk pertama kalinya. Menariknya, keduanya tetap bisa menikmati.
Anak-anak tertawa, ikut bernyanyi bahkan menggerakkan tubuhnya, dan orang dewasa terlihat diam-diam menyeka air mata di beberapa bagian. Itulah kekuatan dari cerita yang dituturkan dengan tulus.
Salah satu kekuatan terbesar dari "Musikal Petualangan Sherina" versi panggung ini adalah kemampuannya menjaga keseimbangan antara nostalgia dan pembaruan. Bagi penonton yang telah menyaksikan film aslinya, pertunjukan ini akan terasa seperti reuni yang hangat namun penuh kejutan. Sementara bagi generasi baru yang mungkin belum terlalu familiar, musikal ini tetap mampu berdiri sendiri sebagai hiburan yang mengesankan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Komentar sutradara dan produser kisah aslinya
Produser dan sutradara kenamaan, Mira Lesmana dan Riri Riza, turut hadir menyaksikan pratinjau pertunjukan keempat Musikal Petualangan Sherina yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Kamis (10/7) malam.
Keduanya mengungkapkan rasa bangga dan haru melihat kelanjutan kisah Sherina yang kembali tampil dalam format teater musikal dengan sentuhan kekinian.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Senang banget karena cerita ini bisa hidup terus dari generasi ke generasi. Anak-anak zaman sekarang bisa menikmati, dan generasi millennial juga bisa bernostalgia,” ungkap Mira.
“Jadi kisah Sherina ini hidup terus,” kata produser sekaligus penulis lirik lagu film "Petualangan Sherina" tersebut.
Ia juga memuji dedikasi tim produksi dari Jakarta Movin yang menurutnya berisi anak-anak muda bertalenta dan penuh semangat.
Pada kesempatan yang sama, sutradara film "Petualangan Sherina" Riri Riza mengungkap, pertunjukan teater “Musikal Petualangan Sherina” bukan hanya sekadar hiburan, tapi juga menjadi tempat pembelajaran yang luar biasa bagi para pemain muda.
“Main di panggung itu jauh lebih berat dari film. Anak-anak harus siap mental dan perform tiap hari, dari sini juga lahir banyak bakat baru,” ujarnya.
Keduanya juga mengapresiasi bagaimana pementasan ini terus beradaptasi dengan zaman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!