Khofifah Kawal Visi Presiden Berantas Kemiskinan dengan Sekolah Rakyat
📅 Senin, 14 Jul 2025, 17:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Surabaya - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa meninjau hari pertama Sekolah Rakyat (SR) di Kota Probolinggo, Senin (14/7), serta menegaskan komitmennya mendukung dan mengawal visi Presiden Prabowo Subianto memutus kemiskinan melalui pendidikan.
"Hari ini bukan sekadar awal masuk sekolah, tetapi juga awal dari harapan besar bangsa bagi generasi penerus. Sekolah Rakyat adalah manifestasi nyata kehadiran negara dalam menjangkau anak-anak bangsa yang selama ini sulit mengakses pendidikan formal," ujar Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya.
Sebanyak 100 siswa dari keluarga prasejahtera di Kota Probolinggo memulai proses pembelajaran di Sekolah Rakyat. Gubernur juga meninjau langsung fasilitas sekolah, mulai ruang kelas, dapur, hingga ruang kesehatan.
Khofifah menambahkan bahwa terdapat 12 Sekolah Rakyat yang mulai beroperasi serentak di Jatim pada hari pertama tahun ajaran 2025/2026 dengan total 1.183 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Tiga siswa dilaporkan sakit, sehingga pembelajaran dimulai dengan 1.180 siswa.
"Pada hari pertama ini, para siswa di sekolah rakyat diajak untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan, pengenalan lingkungan sekolah, hingga orientasi nilai-nilai dasar pendidikan dan kebangsaan," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyebut konsep Sekolah Rakyat adalah boarding school, sehingga para siswa tinggal di asrama. Orang tua turut diajak melihat langsung fasilitas dan berinteraksi dengan para guru. Selain itu, siswa juga didampingi oleh pendamping PKH, pendamping sosial, dan Jatim Social Care.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Sosial juga telah menyiapkan buku siswa, Buku Pintar SR, modul pembelajaran, serta panduan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
"Cara paling efektif memutus mata rantai kemiskinan adalah lewat sekolah, lewat pendidikan, lewat belajar," ujar Khofifah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, penguatan SDM sebagai langkah strategis jangka panjang dan Sekolah Rakyat menjadi solusi konkret.
Khofifah memastikan seluruh kebutuhan siswa, termasuk makan tiga kali sehari, perlengkapan mandi, dan kebutuhan pribadi, dipenuhi secara gratis. Proses belajar pun didukung guru dan fasilitas yang memadai.
Jatim menjadi provinsi dengan jumlah SR terbanyak pada tahap awal. Dari 63 sekolah yang direncanakan nasional, 12 berada di Jatim, termasuk di lahan milik Pemprov seperti UPT PPSPA Batu, Balai Diklat BPSDM Jatim Malang, dan SMKN Maritim Lamongan.
Lokasi lainnya tersebar di Mojokerto, Malang, Banyuwangi, Pasuruan, Surabaya, Jombang, Kediri, Pacitan, dan Kota Probolinggo. Di Probolinggo terdapat dua rombel SMP dan dua rombel SMA dengan total 100 siswa.
"Sebanyak 12 Sekolah Rakyat kita didukung oleh 12 kepala sekolah, 175 guru, dan 137 tenaga kependidikan. Ini membuktikan bahwa Jatim siap menjadi pionir Sekolah Rakyat di Indonesia," katanya.
Pemprov Jatim juga menyiapkan Tahap 1B akhir Juli 2025 di tujuh lokasi tambahan seperti Ponorogo, Jember, Bojonegoro, Tuban, Gresik, Pamekasan, dan Kota Pasuruan, yang akan menampung 600 siswa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!