Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Permintaan Perluasan Jagung Naik, Tapi Produktivitas Petani Masih Tercekik Biaya

📅 Minggu, 13 Jul 2025, 17:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Permintaan Perluasan Jagung Naik, Tapi Produktivitas Petani Masih Tercekik Biaya Doc: ANTARA/HO-Distan
Ket. Produksi jagung di Kabupaten Lebak kini menjadi andalan ekonomi petani setelah adanya korporasi dengan perusahaan peternakan unggas.

LEBAK - Memperluas penanaman jagung sangat penting untuk ketahanan pangan nasional, karena jagung merupakan komoditas strategis sebagai bahan pangan pokok, pakan ternak, dan bahan baku industri. 

Peningkatan produksi jagung juga mendukung program makan bergizi gratis dan meningkatkan kesejahteraan petani. 

Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Banten, meminta gabungan kelompok tani (gapoktan) memperluas penanaman jagung guna mendukung produksi pangan dan peningkatan ekonomi petani.

"Kami menargetkan produksi jagung tahun ini di atas 20.000 ton atau naik dibandingkan tahun 2024 sebanyak 18.663 ton," kata Sekretaris Distan Lebak Iman Nurzaman saat melakukan percepatan tanam jagung di Gapoktan Sangiang Tanjung Kabupaten Lebak, Minggu (13/7).

Potensi pengembangan pertanian palawija jenis jagung di Kabupaten Lebak cukup besar sehingga menjadikan daerah itu swasembada pangan, karena didukung lahan luas baik lahan kering maupun persawahan.

Selama ini, petani di sini menanam jagung ada yang menggunakan di lahan darat juga ada di areal sawah, namun sebagian besar tanaman jagung di darat.

Produksi jagung di Kabupaten Lebak sudah menjadi andalan ekonomi petani, setelah adanya korporasi tahun 2010 yang melibatkan dengan perusahaan peternakan unggas di antaranya PT Pokphand di Balaraja, Tangerang.

Oleh karena itu, pihaknya optimistis Kabupaten Lebak bisa mewujudkan swasembada pangan khususnya jagung juga dapat mendongkrak pendapatan petani.

Harga jagung pipilan di tingkat pengepul Rp5.000 per kilogram (kg), sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

Dengan asumsi produksi rata-rata 5 ton per hektare, petani berpotensi meraup keuntungan hingga Rp25 juta per hektare.

"Kami berharap gapoktan dapat memperluas tanam jagung melalui program Kepolisian Republik Indonesia (Polri) itu," katanya.

Menurut dia, pengembangan jagung diharapkan dilakukan di 340 gapoktan desa di 28 kecamatan dengan memanfaatkan lahan perhutanan sosial, lahan masyarakat, lahan perusahaan pengembang dan lahan BUMN.

Kebanyakan petani kini menggunakan jagung hibrida varietas NK, karena masa panen yang lebih cepat, sekitar 80 - 90 hari setelah tanam.

"Kami berharap Lebak menjadi daerah swasembada pangan khususnya jagung di Provinsi Banten, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
BI Tangkap Sinyal Ekspansi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.