Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RI Ngebut Teken Kerja Sama dengan EAEU, Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan?

📅 Sabtu, 12 Jul 2025, 16:26 WIB | Oleh:
RI Ngebut Teken Kerja Sama dengan EAEU, Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan? Doc: ANTARA
Ket. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mewakili Indonesia, bertemu Anggota Dewan Menteri yang Membidangi Perdagangan Komisi Ekonomi Eurasia (EEC) Andrey Slepnev secara virtual dari Washington D.C, AS, Rabu (9/7/2025).

JAKARTA -Kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) melalui Free Trade Agreement (FTA) sangat penting untuk diversifikasi pasar ekspor Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional, serta membuka peluang investasi baru. 

FTA ini juga diharapkan dapat meningkatkan volume perdagangan dan investasi antara Indonesia dan negara-negara anggota EAEU, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pintu gerbang logistik dan distribusi di Asia Tenggara. 

Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia ( Eurasian Economic Union/EAEU) sepakat melanjutkan percepatan penandatanganan kerja sama ekonomi Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mewakili Indonesia, bertemu dengan Anggota Dewan Menteri yang Membidangi Perdagangan Komisi Ekonomi Eurasia (EEC) Andrey Slepnev secara virtual.

"Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari proses perundingan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union," kata Airlangga dalam keterangan resmi, dikutip di Jakarta, Jumat (11/7).

Sebelumnya, kedua menteri bertemu pada pertemuan bilateral pada 29 Mei 2025 di Jakarta, serta pertemuan lanjutan di sela-sela acara mendampingi presiden menghadiri St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF 2025) pada 20 Juni 2025, yang menghasilkan penandatanganan kesepakatan bersama mengenai penyelesaian secara substansial dari Perundingan FTA tersebut.

Kedua menteri menyampaikan apresiasi ke Tim Perunding masing-masing atas capaian yang signifikan dalam proses perundingan, dan kembali menekankan komitmen kuat untuk segera memulai proses hukum domestik yang diperlukan guna menuju penandatanganan Indonesia-EAEU FTA.

“Kami menyambut baik hasil yang telah dicapai oleh Tim Perunding. Ini menandai langkah penting menuju finalisasi I-EAEU FTA,” ujar Airlangga.

Menteri Slepnev juga menyampaikan pandangan serupa dan menegaskan kesiapan internal pihak EAEU untuk menyelesaikan proses legal bersama negara-negara anggota EAEU dalam waktu dekat.

“Tim kami siap menjalankan proses sesuai jadwal yang telah disepakati,” ujar Menteri Slepnev.

Kedua pihak menargetkan agar proses peninjauan hukum (legal scrubbing) dapat diselesaikan secepatnya, sehingga perjanjian dapat diselesaikan dan ditandatangani secara resmi pada Desember 2025.

Di tengah isu-isu proteksionisme perdagangan global, hubungan perdagangan Indonesia dan EAEU tercatat terus meningkat. Pada kuartal pertama 2025, total perdagangan Indonesia-EAEU melonjak sebesar 84,40 persen mencapai 1,57 miliar dolar AS.

Sedangkan, dari sisi investasi, EAEU merealisasikan investasi senilai 273,7 juta dolar AS ke Indonesia yang naik hingga dua kali lipat dibandingkan total realisasi pada 2023.

Didukung dengan populasi gabungan lebih dari 460 juta jiwa dan peluang perluasan akses pasar melalui I-EAEU FTA, Menko Airlangga meyakini kerja sama ini merupakan pilar baru dalam diversifikasi pasar dan penguatan ketahanan ekonomi nasional Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.