Rutte: Tiongkok dan Russia Ancaman Terbesar NATO
📅 Jumat, 11 Jul 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Sumber: NATO/KJ/and/ones
BERLIN - Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, memperingatkan bahwa Tiongkok dan Russia menjadi ancaman yang semakin besar bagi aliansi transatlantik itu serta menyatakan bahwa NATO saat ini sedang mempersiapkan kemungkinan serangan besar-besaran Russia terhadap wilayah aliansi dalam beberapa tahun mendatang.
“Presiden Tiongkok, Xi Jinping, sebelum menyerang Taiwan, kemungkinan besar akan terlebih dahulu menelepon Moskwa untuk meminta (Presiden Russia, Vladimir) Putin untuk membuat kami tetap sibuk di kawasan Eropa ini,” kata Rutte kepada wartawan dalam konferensi pers bersama Kanselir Jerman, Friedrich Merz, di Berlin, Jerman, Rabu (9/7).
Tiongkok saat ini sedang membangun kekuatan militer dengan sangat cepat. Sekarang ini mereka memiliki lebih banyak kapal perang yang berlayar dibandingkan Amerika Serikat, kata dia menambahkan.
“Mereka akan memiliki 100 kapal lagi pada 2030. Mereka kini memiliki 1.000 hulu ledak nuklir. Itu bukan untuk dipamerkan pada parade di Beijing. Semua itu memang untuk digunakan, untuk dimanfaatkan,” tegas Rutte.
Sekjen NATO pun memprediksi bahwa Tiongkok akan berupaya mengambil kendali atas Taiwan. “Kami berasumsi, berdasarkan berbagai diskusi yang telah kami lakukan, dan tentu saja, apa yang kami ketahui dari sumber kami bahwa risiko tersebut semakin meningkat,” ungkap dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rutte kemudian berargumen bahwa ancaman keamanan terhadap NATO dari kawasan Indo-Pasifik telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Ia pun menyoroti partisipasi aktif Korea Utara (Korut) dalam perang Ukraina dengan mendukung Russia, penyediaan barang-barang berteknologi ganda oleh Tiongkok kepada Russia, serta kerja sama teknologi drone antara Iran dan pasukan Russia.
Kepala aliansi itu berspekulasi bahwa Russia tidak akan berhenti di Ukraina dan kemungkinan akan melancarkan serangan ke wilayah NATO dalam jangka waktu tujuh tahun ke depan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!