Capai Satu Abad, Mantan PM Malaysia Doktor Mahathir Berbagi 6 Tips Rahasia Umur Panjang
📅 Jumat, 11 Jul 2025, 17:58 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S4. Tujuan di atas pensiun: Mengapa ia tak pernah sepenuhnya "berhenti"
Bahkan setelah meninggalkan jabatan resmi, Mahathir tidak mundur dari kehidupan. Ia terus menulis, memberi nasihat, dan berpartisipasi dalam diskusi publik.
Tidak ada pensiun pasif di sini.
Banyak yang membayangkan pensiun sebagai pelepasan dari tanggung jawab. Namun bagi Dr. Mahathir, tujuan tetaplah sentral. Ia tidak pernah menganggap istirahat sebagai pemutusan hubungan; ia menganggapnya sebagai pengalihan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Orang-orang yang menemukan makna dan tujuan di usia lanjut, baik melalui pengabdian masyarakat, pendampingan, atau proyek kreatif, melaporkan kesehatan mental yang lebih baik dan bahkan tingkat kematian yang lebih rendah. Memiliki alasan untuk bangun setiap pagi mungkin hanyalah kunci umur panjang yang tersembunyi dan diremehkan.
5. Kekuatan emosional dan disiplin yang kuat
Perjalanan politik Mahathir jauh dari mulus. Ia telah menghadapi kritik, tekanan internasional, dan tantangan pribadi serta politik yang intens. Namun, ia jarang menunjukkan tanda-tanda kelelahan atau gangguan emosional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meskipun ia tidak secara eksplisit berbicara tentang meditasi atau mindfulness, pengaturan emosinya yang disiplin, dan tetap tenang di bawah tekanan, mungkin telah membantu melindungi tubuhnya dari stres kronis.
Stres kronis diketahui mempercepat penuaan sel dengan memperpendek telomer (ujung pelindung kromosom). Sebuah makalah menghubungkan pengaturan emosi dan umur panjang, menunjukkan bahwa cara menangani stres berdampak langsung pada penuaan. Umur panjang Mahathir mungkin juga sebagian disebabkan oleh bagaimana ia menghadapi tantangan tanpa membiarkannya menggerogoti dirinya.
6. Tidak Terjerumus dalam Kebiasaan Buruk
Mahathir selalu vokal tentang moderasi dalam makanan, hidup bersih, dan menghindari rokok atau alkohol. Ia tidak mengikuti diet ketat atau tren nutrisi yang ketat. Sebaliknya, ia menjaga pola makan seimbang dan sederhana serta menghindari makan berlebihan.
Ini bukan tentang pembatasan, tetapi pengendalian diri.
Individu yang berumur panjang seringkali makan secukupnya, lebih menyukai makanan tradisional utuh dan membatasi makanan ultra-olahan. Moderasi kalori, terutama setelah usia 60 tahun, telah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit metabolik, yang sejalan dengan kebiasaan Dr. Mahathir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!