Apakah Aspartam Aman Bagi Kesehatan?
📅 Rabu, 09 Jul 2025, 20:45 WIB | Oleh: Haryo BronoPenyebaran informasi palsu soal makanan dan minuman bukan hanya bisa menimbulkan kepanikan, tapi juga membuat masyarakat kehilangan kepercayaan pada produk yang sebenarnya aman dan teruji. Bahkan bisa membuat orang justru menghindari pilihan yang lebih sehat hanya karena takut yang tidak berdasar. Sayangnya, efek dari hoaks seperti ini sangat nyata: masyarakat jadi takut mengonsumsi produk yang sebenarnya aman, bahkan cenderung lebih sehat.
Terlebih lagi, saat ini pelaku penyebar hoaks bisa dijerat hukum. Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pasal 28 ayat 1 menyebutkan, bagi yang sengaja menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, dapat dihukum penjara sampai 6 tahun atau denda sampai 1 milyar rupiah. Ini artinya, siapapun yang dengan sengaja menyebarkan informasi palsu demi klik, sensasi, atau keuntungan pribadi sadarlah.
Ini bukan cuma soal salah kirim. Ini soal ikut merusak kredibilitas edukasi publik dan menebar keresahan massal yang tidak perlu. Jangan bermain-main dengan informasi kesehatan. Masyarakat berhak tahu apa yang mereka konsumsi, dan hak itu hanya bisa terpenuhi jika informasi yang beredar berbasis fakta, bukan rekayasa.
Sebagai konsumen, kita punya hak untuk tahu apa yang kita konsumsi, dan itu harus didasarkan pada ilmu, bukan rumor. Kalau ragu, jangan cari jawaban di grup chat, cari ke sumber yang bisa dipercaya seperti BPOM, WHO, atau tenaga medis profesional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menjaga kesehatan itu penting. Tapi sama pentingnya memilah mana informasi yang layak dipercaya, dan mana yang hanya menakut-nakuti tanpa dasar. Jangan cari jawaban dari grup chat, carilah ke sumber yang kredibel seperti BPOM, WHO, atau tenaga medis profesional.
“Menjadi sehat tidak cukup dengan menjauhi gula, karbohidrat, atau bahan kimia, tapi juga dengan menjauhi informasi yang menyesatkan. Di tengah derasnya arus hoaks, sikap kritis adalah bagian dari gaya hidup sehat,” pungkas dr. Gia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!