Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BMKG Ingatkan Risiko Cuaca Ekstrem di Perairan Labuan Bajo dan TNK

📅 Selasa, 08 Jul 2025, 17:47 WIB | Oleh:
BMKG Ingatkan Risiko Cuaca Ekstrem di Perairan Labuan Bajo dan TNK Doc: ANTARA/Gecio Viana
Ket. Suasana perairan laut Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

LABUAN BAJO - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan kepada para nakhoda kapal dan nelayan risiko cuaca ekstrem di wilayah perairan Labuan Bajo dan perairan kawasan Taman Nasional (TNK), Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).   

Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Maria Seran dihubungi di Labuan Bajo, Selasa (8/7) mengatakan saat ini wilayah Manggarai Barat, khususnya perairan Labuan Bajo dan kawasan selatan TNK, tengah mengalami peningkatan risiko cuaca ekstrem akibat menguatnya monsun Australia, tinggi gelombang signifikan, dan ditambah adanya partikel halus dari abu vulkanik pasca erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang masih melayang di udara dekat permukaan.

"Itu berdasarkan prakiraan cuaca maritim BMKG dan pengamatan pola atmosfer regional," katanya.

Ia menambahkan faktor meteorologis yang mempengaruhi adalah aktifnya angin monsun Australia, dimana angin kencang dari arah tenggara memicu peningkatan gelombang laut di Selat Sape bagian selatan dan sekitarnya.  

"Kecepatan angin permukaan kurang lebih 15 knot memperkuat arus laut permukaan dan menimbulkan kondisi laut yang tidak bersahabat bagi kapal kecil-kecil, terutama kapal wisata dan nelayan," katanya.  

Ia juga menjelaskan berdasarkan prakiraan terkini BMKG Maritim Tenau, untuk tanggal 9-12 Juli 2025, gelombang di wilayah perairan selatan Padar dapat mencapai 2,2–2,7 meter, termasuk kategori tinggi bagi kapal kecil dan kapal open deck.

Wilayah tersebut, lanjut dia, secara geografis merupakan zona semi terbuka yang membuatnya sangat rentan terhadap gelombang tinggi dan angin kencang.

Selain itu, keberadaan abu vulkanik dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki yang sempat menjadi hujan abu di Labuan Bajo dan dipastikan juga ada di wilayah perairan TNK masih berpotensi tersebar di udara, khususnya pada pagi dan malam hari.

Abu vulkanik erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dapat mengaburkan visibilitas, mengganggu pernapasan awak kapal, serta menyebabkan gangguan pada sistem filtrasi dan mesin kapal.

"Kondisi ini bersifat sementara dan dinamis, dan BMKG bersama Syahbandar serta stakeholder lainnya akan terus melakukan pemantauan dan pembaharuan secara berkala demi mendukung keselamatan pelayaran dan wisata bahari di wilayah Manggarai Barat. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.