Jakarta Jejakkan Diri sebagai Kota Budaya

Senin, 07 Jul 2025, 01:05 WIB

JAKARTA – Jakarta terus menjejakkan kaki untuk membentuk diri sebagai kota kebudayaan. Salah satunya dengan digelarnya “Jakarta dalam Warna,” Minggu (6/7). Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa “Jakarta dalam Warga” merupakan upaya menjadikan Jakarta sebagai kota kebudayaan, khususnya budaya Betawi.

“Acara-acara seperti ini jangan hanya saat perayaan. Tetapi harus ada di dalam diri warga,” kata Pramono di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta. Pramono menjelaskan, menambahkan bahwa acara “Jakarta dalam Warna” juga merupakan upaya Pemprov untuk menjadikan kebudayaan Betawi sebagai kebanggaan warga Jakarta. Apalagi, setelah ada UU Nomor 2 Tahun 2024 terkait Daerah Khusus Jakarta, kebudayaan lebih diperhatikan lagi.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kiri) dan Wakil Gubernur Rano Karno (tengah) menunjukan piagam Rekor Muri saat pertunjukan kolosal budaya. — Sumber: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Pemprov sedang berupaya memperbaiki dan memberikan rasa nyaman aman kepada seluruh penghuni Jakarta baik pendatang maupun warga Jakarta sendiri. Untuk itu, acara kebudayaan Betawi bukan hanya disuguhkan ketika acara besar semata akan tetapi harus ada di dalam masyarakat sendiri.

“Maka, untuk itu di berbagai acara saya sudah mewajibkan semua bersandar pada Betawi. Agar masyarakat Jakarta betul-betul bisa menikmati budayanya,” ujarnya. Ribuan pesilat dan penari dari berbagai perguruan dan sanggar di Jakarta ikut memeriahkan “Jakarta dalam Warna” yang digelar di Bundaran Bundaran HI, kemarin.

Pesilat dan penari memenuhi kawasan Bundaran HI menampilkan aksi mereka untuk menghibur warga yang sedang berada di lokasi tersebut. Sejumlah pesilat menunjukkan aksi-aksinya, di antaranya mematahkan batako serta pelat besi. Aksi yang dimulai sekitar jam 06.00 WIB itu berlangsung meriah.

Warga pun antusias menyaksikan acara yang menampilkan ribuan pesilat serta penari. Pelaksanaannya bertepatan dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Sudirman yang sering dimanfaatkan warga untuk berolahraga.

Pertunjukan Kolosal

Ribuan pesilat dan penari memeriahkan “Jakarta dalam Warna” yang digelar di Bundaran Bundaran Hotel Indonesia (HI), Minggu. Mereka memenuhi kawasan Bundaran HI menampilkan aksi mereka untuk menghibur warga yang sedang berada di lokasi tersebut.

Acara pertunjukan kolosal budaya pencak silat dan tarian tradisional Betawi oleh lebih dari 5.000 pesilat dan 2.000 penari dicatat dalam Muri. Gubernur Pramono menuturkan, kolaborasi pertunjukan ini menjadi wajah Jakarta yang membuat warga bangga terhadap budayanya. Ia berharap warga semakin bangga terhadap kota yang sedang berbenah menuju kota global.

“Wajah Jakarta adalah kebudayaan, terutama Betawi,” tandasnya. Menurutnya, terpenting warga bangga terhadap budaya dan kotanya. Jakarta terus diperbaiki perlahan-lahan. “Kami ingin jadikan Jakarta yang aman dan nyaman,” jelas Pramono.

Tema budaya Betawi diangkat dalam event ini sebagai simbol transformasi Jakarta menuju lima abad yang berdaya saing global. Ini juga menjadi panggung mempromosikan warisan budaya Betawi ke panggung dunia. “Di berbagai acara seperti melantik pejabat, saya wajibkan memakai baju adat ujung serong. Harapannya, wajah Betawi bukan hanya untuk perayaan, tetapi memang ada di dalam masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wagub Rano menambahkan, kekuatan Jakarta ada di olahraga pencak silat, yang bukan hanya ilmu bela diri, tetapi juga melambangkan keindahan budaya Betawi. Ia berterima kasih kepada seluruh pesilat dari ratusan padepokan silat di Jakarta juga penari dari semua sanggar yang sukses berkolaborasi di acara “Jakarta Dalam Warna”.

“Ini awal kita membangun Jakarta menuju 500 tahun pada 2027. Mudah-mudahan ke depannya, bukan hanya kebudayan Betawi yang ditampilkan, tetapi juga dari daerah lain. Semua budaya yang ada di Jakarta akan tampil, diawali dengan kebudayan Betawi,” tambah Rano.

Penyanyi selain Rossa yang tampil adalah Ayu Ting Ting. Ada juga artis pesilat Prisia Nasution, penari Happy Salma dan Ufa Suforia. Selain itu, ada marching band Jakarta Drum Corps.

  • Kota Budaya

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.