Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Awalnya Retret, Vila di Sukabumi Diserbu dan 7 Orang Jadi Tersangka!

📅 Senin, 07 Jul 2025, 18:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Sementara dari Kementerian Agama, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama, Adib Abdusshomad, mengingatkan pentingnya regulasi yang lebih kuat untuk menjaga kerukunan. Ia menyoroti masih lemahnya perlindungan terhadap kegiatan ibadah di luar rumah ibadah resmi—terutama yang dilakukan oleh kelompok minoritas.

Data dari Setara Institute mencatat, sepanjang 2014–2024 terdapat 1.998 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama di Indonesia. Sepanjang 2024 saja, ada 73 aksi intoleransi dari masyarakat, 50 tindakan diskriminatif dari negara, dan 42 gangguan tempat ibadah.

Retret di Cidahu hanyalah satu dari banyak potret kelam yang menunjukkan betapa kebebasan beragama di negeri ini masih belum aman dari ancaman. Ketika retret anak-anak bisa diserbu dan salib diturunkan dengan paksa, pertanyaannya: masihkah toleransi jadi milik kita semua?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

37 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.