Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Bantul Distribusikan 560 Tangki Air untuk Hadapi Musim Kemarau

📅 Minggu, 06 Jul 2025, 11:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Bantul Distribusikan 560 Tangki Air untuk Hadapi Musim Kemarau Doc: Antara Foto
Ket. Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan bantuan air bersih sebanyak 560 tangki dalam mengantisipasi kekeringan yang dialami masyarakat karena dampak musim kemarau pada tahun 2025.

"Untuk tahun ini, anggaran yang kami alokasikan sebesar Rp28 juta, atau sebanyak 560 tangki. Kita selalu menganggarkan air bersih untuk antisipasi musim kemarau," kata Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol di Bantul, Ahad.

Menurut dia, bantuan air bersih yang setara mencapai sekitar 2,8 juta liter karena setiap tangki air dengan kapasitas lima ribu liter tersebut akan didistribusikan bagi masyarakat yang mengajukan permohonan droping air bersih karena wilayah kesulitan air bersih.

Meski demikian, kata dia, air bersih yang disediakan pemerintah tersebut bisa saja mengalami kekurangan apabila masyarakat yang terdampak kekeringan terus mengajukan permohonan, sehingga perlu menggandeng lembaga non pemerintah untuk distribusi air.

"Seperti pada anggaran tahun lalu sepertinya sudah habis, padahal sudah sempat dibantu oleh rekan-rekan perusahaan melalui program CSR (tanggung jawab sosial perusahaan), untuk memenuhi permintaan droping air," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan untuk saat ini pihaknya masih menunggu adanya rapat koordinasi (rakor) mengenai persiapan daerah dalam menghadapi musim kemarau yang digelar bersama stakeholder terkait oleh pemerintah daerah (Pemda) DIY).

Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, rakor menjelang musim kemarau juga menghadirkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait prakiraan cuaca termasuk tingkat kerawanan kekeringan dampak musim.

"Kalau prediksi BMKG awal musim kemarau dimungkinkan berlangsung pada Agustus. Sementara saat ini ternyata kemarau basah, wilayah yang kondisinya panas, tiba-tiba terjadi hujan, artinya musim masih tidak menentu," katanya.*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
Luar Negeri
Afrika Selatan Potong Pajak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.