Gubernur Ahmad Luthfi Dukung PLTS Terapung 200 MW di Dua Waduk Jateng
Sabtu, 05 Jul 2025, 14:01 WIBJawa Tengah bakal memiliki pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di dua lokasi, yakni di Kedungombo Kabupaten Sragen dan Gajahmungkur Kabupaten Wonogiri.
Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PT PLN Indonesia Power Julita Indah di Semarang, Sabtu, menjelaskan bahwa pembangunan PLTS tersebut masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Pembangunan PLTS tersebut ditargetkan bisa dimulai pada tahun 2025, dengan lama pengerjaan kurang lebih 14 bulan dan masing-masing pembangkit diproyeksikan bisa menghasilkan daya 100 Mega Watt.
"Pembangunan untuk PLTS tidak butuh waktu lama. Harapannya di tahun 2026 akhir atau awal 2027 sudah bisa memulai 'commercial operation'," katanya.
Ia berharap pembangunan kedua PLTS itu dapat meningkatkan perekonomian, antara lain karena berpotensi menyerap ratusan tenaga kerja.
Selain itu, PLTS Terapung di kawasan Gajahmungkur dan Kedungombo juga akan menjadi daya tarik tersendiri, baik untuk para investor maupun pariwisata.
Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mendukung upaya pembangunan PLTS terapung tersebut, apalagi program tersebut akan mendukung pengembangan industri hijau.
"Nanti saya koordinasi dengan bupati, karena masuk PSN, jadi harus jalan," katanya mantan Kapolda Jateng itu.
Belum lama ini, Luthfi mengaku bertemu Duta Besar Uni Eropa dan perwakilan 12 negara Uni Eropa di Kota Surakarta yang sempat menyinggung mengenai industri hijau.
Investor, kata dia, beberapa kali menanyakan mengenai ketersediaan energi hijau yang mereka butuhkan jika berinvestasi di Jawa Tengah.
"Prinsipnya kami dukung. Ini harus diwujudkan karena kita sedang dorong investasi dan selalu yang ditanyakan adalah ketersediaan 'green powernya' ada apa tidak," katanya.
Jawa Tengah bakal memiliki pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di dua lokasi, yakni di Kedungombo Kabupaten Sragen dan Gajahmungkur Kabupaten Wonogiri.
Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PT PLN Indonesia Power Julita Indah di Semarang, Sabtu, menjelaskan bahwa pembangunan PLTS tersebut masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Pembangunan PLTS tersebut ditargetkan bisa dimulai pada tahun 2025, dengan lama pengerjaan kurang lebih 14 bulan dan masing-masing pembangkit diproyeksikan bisa menghasilkan daya 100 Mega Watt.
"Pembangunan untuk PLTS tidak butuh waktu lama. Harapannya di tahun 2026 akhir atau awal 2027 sudah bisa memulai 'commercial operation'," katanya.
Ia berharap pembangunan kedua PLTS itu dapat meningkatkan perekonomian, antara lain karena berpotensi menyerap ratusan tenaga kerja.
Selain itu, PLTS Terapung di kawasan Gajahmungkur dan Kedungombo juga akan menjadi daya tarik tersendiri, baik untuk para investor maupun pariwisata.
Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mendukung upaya pembangunan PLTS terapung tersebut, apalagi program tersebut akan mendukung pengembangan industri hijau.
"Nanti saya koordinasi dengan bupati, karena masuk PSN, jadi harus jalan," katanya mantan Kapolda Jateng itu.
Belum lama ini, Luthfi mengaku bertemu Duta Besar Uni Eropa dan perwakilan 12 negara Uni Eropa di Kota Surakarta yang sempat menyinggung mengenai industri hijau.
Investor, kata dia, beberapa kali menanyakan mengenai ketersediaan energi hijau yang mereka butuhkan jika berinvestasi di Jawa Tengah.
"Prinsipnya kami dukung. Ini harus diwujudkan karena kita sedang dorong investasi dan selalu yang ditanyakan adalah ketersediaan 'green powernya' ada apa tidak," katanya.
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Banjir Bandang di Aceh Tamiang Sebabkan Desa Hilang
-
Ingin Cepat Kaya, Pria Magelang Cari Pesugihan di Kebumen, Tewas Diracun "Sang Dukun"
-
Kejar Tahun Ajaran Baru, PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap II Brebes Rampung Juni
-
Serie A Italia: Inter Berpeluang Menjauh di Puncak Klasemen Saat Rival Saling Jegal
-
KPK Lacak Aliran Uang hingga Sosok Penting Lain di Kasus Dugaan Pemerasan K3 Kemenaker
-
Aman Naik Ojol, Pemprov Jateng Siapkan Aplikasi Lindungi Pengemudi Ojol Perempuan
-
Universitas Brawijaya Kukuhkan 10 Guru Besar Baru pada Februari 2026: Fokus Inovasi Sains dan Teknologi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.