Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Negara Harus Hadir Menjamin Kelangsungan Investasi Para Pemodal

📅 Kamis, 03 Jul 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Negara Harus Hadir Menjamin Kelangsungan Investasi Para Pemodal Doc: istimewa
Ket. Novita Hardini Anggota Komisi VII DPR RI - Banyak investasi yang masuk, tetapi kemudian tidak berlanjut karena maraknya isu-isu, seperti pemalakan, premanisme dan intervensi dari ormas-ormas atau LSM dengan kepentingan tertentu.

JAKARTA - Upaya Pemerintah untuk menggenjot investasi sebagai salah satu pilar yang diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi harus dikawal dan dipantau secara berkesinambungan. Negara harus hadir bukan hanya saat berupaya menarik pemodal masuk berinvestasi, tetapi juga memberi jaminan kelangsungan investasi mereka ketika sudah berjalan. 

Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini saat rapat kerja bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (2/7), meminta Pemerintah untuk memperkuat perlindungan investasi guna mendukung ekonomi yang berkelanjutan.

Saat ini, katanya ada berbagai tantangan dalam menarik dan mempertahankan investasi, termasuk masalah intervensi dari kelompok tertentu yang sangat marak terjadi hingga berpotensi mengganggu iklim investasi.

“Banyak investasi yang masuk, tetapi kemudian tidak berlanjut karena maraknya isu-isu, seperti pemalakan, premanisme dan intervensi dari ormas-ormas atau LSM dengan kepentingan tertentu,” kata Novita.

Negara jelasnya perlu hadir dan menjamin iklim investasi yang masuk agar tidak hanya menguntungkan segelintir orang saja, tetapi harus benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Mitigasi Krisis Energi

Selain itu, dia berharap Kementerian Perindustrian fokus memitigasi krisis energi global dan mendorong investasi hijau lahir dari daerah, dengan memberi insentif kepada daerah yang konsisten membangun ekosistem industri hijau.

Novita juga mendorong pemerintah melalui Kementerian Perindustrian dan instansi terkait dapat memperkuat kebijakan yang mendukung iklim investasi stabil dan berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan dan penguatan ekonomi nasional serta perluasan pasar ekspor Indonesia.

Di sisi lain, dia menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Indonesia dalam mempertahankan fundamental ekonomi yang kokoh, terutama berbasis ekonomi kerakyatan.

Menurut dia, stabilitas ekonomi nasional merupakan hal yang penting di tengah tekanan geopolitik dan ekonomi global

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudisthira yang diminta tanggapannya mengatakan, indeks daya saing turun ke 40 dari 69 negara tahun 2024 karena beberapa faktor.

Pertama birokrasi makin rumit karena banyaknya jumlah kementerian atau lembaga. Kedua, biaya logistik masih tinggi belum kompetitif dibanding negara ASEAN lainnya.

Ketiga, kebergantungan pada sumber daya alam (SDA) juga menimbulkan kerentanan terhadap naik turunnya harga komoditas.

Keempat kata Bhima yaitu, suku bunga relatif tinggi membuat biaya pinjaman untuk investasi cukup mahal. Kelima, biaya siluman dan pungli ormas terlalu masif dan seolah ada pembiaran membuat pelaku usaha tidak nyaman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.