Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Akan Pangkas Durasi Kuota Tambang Jadi Satu Tahun Demi Kontrol Produksi

📅 Rabu, 02 Jul 2025, 15:25 WIB | Oleh:
Indonesia Akan Pangkas Durasi Kuota Tambang Jadi Satu Tahun Demi Kontrol Produksi Doc: Reuters
Ket. Menteri Investasi Indonesia Bahlil Lahadalia memberi isyarat saat wawancara di kantornya di Jakarta

JAKARTA - Pemerintah Indonesia berencana memangkas masa berlaku Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan dari tiga tahun menjadi satu tahun. Kebijakan ini diambil untuk memperkuat pengawasan produksi dan meningkatkan tata kelola sektor pertambangan, demikian disampaikan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia di hadapan anggota parlemen pada Rabu (18/6).

Sebelumnya, pemerintah memperpanjang durasi persetujuan RKAB menjadi tiga tahun sejak 2023, dengan tujuan menyederhanakan proses perizinan dan mengurangi beban birokrasi. Namun, menurut Bahlil, kebijakan tersebut menyulitkan pemerintah dalam mengontrol volume produksi sumber daya tambang strategis seperti batu bara, nikel, dan bauksit.

“Karena kita biarkan RKAB tiga tahun, kita tidak bisa mengontrol keseimbangan antara produksi batu bara dan permintaan global. Hal yang sama terjadi pada nikel, juga bauksit,” kata Bahlil.

RKAB merupakan dokumen penting yang harus dimiliki pelaku usaha tambang untuk menentukan jumlah produksi mineral atau batu bara yang dapat diekstraksi dalam periode tertentu. Dengan memangkas durasinya menjadi hanya satu tahun, pemerintah berharap dapat menyesuaikan produksi dengan dinamika pasar global secara lebih responsif.

Usulan perubahan ini disampaikan oleh anggota parlemen yang membidangi sektor energi dan sumber daya mineral, yang menilai perlu adanya langkah konkret untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas tambang.

Bahlil menambahkan bahwa kebijakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor pertambangan, serta memberikan kepastian hukum dan kendali yang lebih kuat terhadap aktivitas eksploitasi sumber daya alam.

Langkah ini dinilai penting mengingat Indonesia merupakan salah satu eksportir utama batu bara termal, nikel, dan bauksit di dunia. Ketidakseimbangan antara produksi dan permintaan global dikhawatirkan dapat menekan harga komoditas, yang berdampak pada turunnya pendapatan negara dan kerusakan lingkungan akibat eksploitasi berlebihan.

Kementerian Investasi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini sedang menyusun skema teknis atas perubahan durasi RKAB tersebut. Pemerintah juga akan mempertimbangkan mekanisme transisi agar tidak mengganggu operasional pelaku usaha tambang yang sudah memiliki RKAB tiga tahunan.

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk menciptakan pertambangan yang berkelanjutan, berorientasi pada kepentingan nasional, serta mampu menyeimbangkan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...

Calon Sekolah Adiwinata Bekasi Memasuki Penilaian Akhir

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Calon Sekolah Adiwinata Bek...
Olahraga
Persija Jakarta Rekrut Fran...
Luar Negeri
Putin Beri Instruksi Mengej...
Advertisement
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Sampai Banten! Mata Warga Mulai Perih

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Sampai Banten! Mata Warga Mulai Perih

06 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.