Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PPDB Sumbar Belum Sepenuhnya Online, Ombudsman: Perlu Perbaikan Sistem

📅 Senin, 30 Jun 2025, 10:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
PPDB Sumbar Belum Sepenuhnya Online, Ombudsman: Perlu Perbaikan Sistem Doc: Antara Foto
Ket. Kepala Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat Adel Wahidi

Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) menyoroti pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) di provinsi setempat yang belum sepenuhnya berbasis dalam jaringan (daring) atau online.

"Ombudsman melihat pelaksanaan PPDB di Sumbar ini masih setengah online sehingga ada penumpukan wali murid dan murid saat melakukan verifikasi ulang di sekolah," kata Kepala Ombudsman Perwakilan Sumbar Adel Wahidi di Padang, Senin.

Ombudsman Sumbar saat ini sedang melakukan pemantauan terhadap beberapa sekolah yang melakukan PPDB. Hal ini untuk menghindari praktik pungutan liar hingga malaadministrasi yang merugikan calon siswa atau wali murid.

Dari beberapa sekolah yang didapati Ombudsman, wali murid sudah mengunggah berkas persyaratan seperti nilai rapor, kartu keluarga, sertifikat prestasi, dan sejenisnya ke website PPDB. Namun, sayangnya orang tua murid kembali diminta datang ke sekolah untuk verifikasi manual.

"Menurut saya ini membuat orang tua murid kerja dua kali karena PPDB tidak sepenuhnya online," ujar dia.

Padahal, apabila seluruh sekolah sejak awal tertib administrasi, terutama dalam memasukkan data E-Rapor maka verifikasi manual yang menyebabkan antrean panjang di sekolah bisa dihindari.

Begitu pula dengan anak didik yang ikut PPDB melalui jalur prestasi olahraga, sekolah seharusnya tidak perlu melakukan verifikasi manual karena bisa merujuk kepada pangkalan data atau database yang berkaitan dengan prestasi calon peserta didik.

Jika calon peserta didik memiliki prestasi di bidang olahraga tingkat kabupaten dan kota, kata dia, sekolah bisa merujuk atau melakukan verifikasi online ke dinas pemuda dan olahraga setempat untuk memvalidasi data yang dimasukkan.

"Jadi, seharusnya sudah punya database nilai siswa, baik itu akademik maupun nonakademik. Jika ini dikerjakan sejak awal, saya rasa tidak perlu ada verifikasi manual yang menyebabkan antrean panjang di sekolah," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.