Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menyikat Gigi Sesaat Setelah Makan Bisa Sebabkan Kerusakan Gigi

📅 Senin, 30 Jun 2025, 20:17 WIB | Oleh:
Menyikat Gigi Sesaat Setelah Makan Bisa Sebabkan Kerusakan Gigi Doc: ANTARA/Pexels
Ket. Ilustrasi seseorang sedang menyikat gigi.

JAKARTA - Kebiasaan menggosok gigi yang terlalu sering terutama setelah makan dapat menyebabkan kerusakan gigi alih-alih menjadikannya gigi lebih bersih dan sehat.

Ditulis laman Hindustan Times, Minggu (29/6), seorang dokter gigi spesialis prostetik dan pendiri sekaligus CEO Epikdoc.AI Dr. Sanjeet Shankar mengatakan perawatan berlebihan pada gigi dengan menyikatnya terlalu keras dapat membuat gigi surut dan email gigi aus.

“Beberapa orang menyikat gigi setelah setiap kali makan. Yang lain menyikat gigi dengan intensitas yang sama seperti yang mereka gunakan pada wajan yang bernoda. Keduanya tidak membantu. Yang terjadi selanjutnya bukanlah kekuatan tetapi kerusakan, pertama-tama pada email, kemudian pada garis gusi. Ironisnya, upaya untuk menjaga kesehatan mulut justru menjadi kehancurannya,” katanya.

Ia mengatakan, mengonsumsi sesuatu yang asam seperti jeruk, tomat atau cola, dapat melembutkan email gigi, yang jika disikat akan mempercepat erosi. Menunggu selama 30 menit memungkinkan air liur menetralkan asam dan melindungi email gigi selama menyikat gigi.

Ia menjelaskan setelah email hilang, email tidak akan tumbuh kembali. Perawatan untuk erosi gigi meliputi penambalan, bonding, atau, dalam beberapa kasus, pemasangan mahkota gigi.

Resesi gusi, jika menjadi parah, mungkin memerlukan cangkok atau teknik khusus seperti metode bedah lubang jarum. Prosedur ini efektif, tetapi mahal, sering kali invasif, dan dapat dicegah dengan kebiasaan yang lebih baik.

“Kerusakan ini terjadi selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, dengan tanda-tanda kecil yang mudah terlewatkan, seperti sensitivitas yang berlebihan, perubahan kecil pada gusi, atau sikat gigi yang terlalu cepat aus. Yang sering kali terlewatkan bukanlah usaha, tetapi pengendalian diri,” kata Shankar.

Sementara itu, Shankar mengatakan kebiasaan menyikat gigi yang kurang baik bisa menyebabkan lapisan luar gigi menipis atau aus, dentin yang lebih berpori menjadikannya lebih sensitif, dan kurang tahan terhadap pembusukan.

Beberapa kebiasaan tersebut di antaranya menggosok gigi dengan tekanan, terutama dengan bulu sikat yang keras atau pasta gigi pemutih secara bertahap akan mengikis email gigi. Orang yang tidak kidal sering menyikat sisi kiri mulut dengan lebih kuat. Gigi taring, yang cenderung sedikit menonjol, disikat lebih agresif dan mulai menunjukkan tanda-tanda awal keausan.

Begitu gusi menyusut, akar gigi tersebut lebih sulit dilindungi dan lebih mudah dijangkau bakteri. Seiring waktu, hal ini menciptakan segitiga hitam, celah kecil yang terbentuk saat jaringan gusi menyusut dari antara gigi.

“Ini bukan sekadar masalah kosmetik. Hal ini membuat pembersihan menjadi lebih sulit dan makanan lebih sering tersangkut,” katanya.

Bulu sikat yang rusak dalam waktu dua atau tiga minggu merupakan tanda bahaya. Begitu pula sikat gigi yang terlihat pipih atau terasa kasar di ujungnya. Shankar menyarankan memakai sikat gigi berbulu lembut, dengan gerakan menyikat yang ringan dan melingkar, dan sudutnya miring ke arah garis gusi.

Dokter gigi menyarankan untuk mengganti sikat gigi setiap tiga bulan jika digunakan secara normal. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.