Bappenas Ingatkan: Tanpa Dunia Usaha Tangguh, RI Cuma Jadi Negara Menengah Selamanya

Senin, 30 Jun 2025, 20:37 WIB

JAKARTA – Usaha yang tangguh menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan berkontribusi pada penerimaan pajak.

Dunia usaha, terutama usaha kecil dan menengah (UKM), adalah penyerap tenaga kerja terbesar. Usaha yang tangguh mampu menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi angka pengangguran.

Ket. Foto: Pelaku UKM binaan BNI menyelesaikan produk mebel yang menembus pangsa pasar ekspor. — Sumber: Antara

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan dunia usaha yang tangguh jadi indikator negara maju.

“Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas tidak hanya bergantung pada kekuatan pemerintah, tetapi juga pada ketangguhan dunia usaha,” ujar Rachmat Pambudy dalam agenda penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bappenas dengan Indonesian Business Council (IBC), dikutip dari keterangan resmi, di Jakarta, Senin (30/6).

Menurut dia, apabila sektor swasta berkembang, maka pendapatan daerah meningkat dan ekonomi lokal bertumbuh.

Karena itu, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi fondasi utama mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan

MoU yang disepakati itu seputar kolaborasi sinergi dan inovasi kebijakan dalam rangka mendukung perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan nasional

Kemitraan strategis sektor swasta dan publik ini diarahkan untuk mendukung pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan produktivitas, inovasi, serta daya saing nasional.

Lebih lanjut, MoU ini mencakup kerja sama di berbagai bidang, antara lain penguatan sektor ekonomi dan keuangan, tata kelola pemerintahan, pengembangan sumber daya manusia, transisi energi, hingga pembiayaan pembangunan.

“MoU ini bukan hanya seremonial, tapi bagian langkah konkret mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Visi tersebut hanya bisa tercapai jika kita melangkah bersama pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Kepala Bappenas itu lagi.

IBC juga disebut berkomitmen mendorong keterlibatan sektor swasta dalam inisiatif prioritas nasional, di antaranya pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan hilirisasi industri strategis.

Ketua Dewan Pengawas IBC Arsjad Rasjid menyatakan kunci mencapai target pertumbuhan ekonomi berkualitas ialah melibatkan sektor swasta secara sistematis.

”Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia, dunia usaha siap bergotong royong dengan Kementerian PPN/Bappenas. MoU ini menjadi fondasi kemitraan strategis antara sektor swasta dan publik, dan menjembatani aspirasi dunia usaha dan visi RPJMN 2025–2029, agar iklim usaha semakin kondusif dan mampu mempercepat pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan,” kata Arsjad.

CEO IBC Sofyan Djalil juga menegaskan pihaknya bakal memperkuat kontribusi sektor bisnis melalui dialog kebijakan, kajian regulasi, dan proyek percontohan bersama pemerintah.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.