Ngopi Instan Bisa Picu Risiko Gangguan Penglihatan? Ini Faktanya!
📅 Sabtu, 28 Jun 2025, 21:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: BBC
JAKARTA - Buat kamu pencinta kopi instan, ada kabar yang mungkin bikin kamu mikir dua kali sebelum menyeduh secangkir lagi.
Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa kebiasaan minum kopi instan ternyata berpotensi meningkatkan risiko dry age-related macular degeneration (AMD)—alias gangguan penglihatan karena penuaan—hingga hampir tujuh kali lipat!
Penelitian ini dilakukan oleh tim ilmuwan dari Tiongkok dan dipublikasikan di jurnal Food Science & Nutrition.
Dipimpin oleh Dr. Siwei Liu dari Shiyan Taihe Hospital di Hubei University of Medicine, riset ini mencoba mencari tahu bagaimana hubungan antara faktor genetik, preferensi kopi, dan risiko dry AMD, jenis degenerasi makula yang paling umum dan progresif.
Kok Bisa Kopi Instan Dikaitkan Sama Masalah Mata?
AMD sendiri merupakan kondisi medis yang menyerang bagian tengah penglihatan akibat kerusakan di area makula—bagian penting di belakang retina.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ada dua jenis AMD: dry dan wet. Yang dry biasanya berkembang secara perlahan seiring bertambahnya usia, sementara yang wet terjadi karena pertumbuhan pembuluh darah abnormal dan lebih agresif.
Dalam studi ini, tim peneliti menggabungkan data dari lebih dari 500 ribu partisipan UK Biobank yang dikaitkan dengan data genetik dari Finngen GWAS, fokus pada orang berusia 50 tahun ke atas. Mereka membagi konsumsi kopi ke dalam tiga kelompok: kopi tanpa kafein, kopi bubuk (ground coffee), dan kopi instan.
Dan hasilnya? Orang yang secara genetik punya kecenderungan minum kopi instan ternyata menunjukkan risiko jauh lebih tinggi terkena dry AMD dibanding kelompok lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kopi memang mengandung polifenol dan antioksidan yang punya efek neuroprotektif," jelas Dr. Liu.
"Tapi ada kemungkinan bahwa metabolisme atau jalur biologis tertentu yang berhubungan dengan preferensi terhadap kopi instan justru meningkatkan risiko AMD," tambahnya.
Eits, bukan berarti kamu harus langsung buang semua stok kopi instan di dapur, ya. Penelitian ini masih bersifat asosiatif, belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.
Dr. David I. Geffen, spesialis optometri dari Gordon Schanzlin New Vision, juga mengingatkan bahwa terlalu dini untuk menarik kesimpulan ekstrem.
“Studi ini menarik, tapi masih perlu pembuktian lebih lanjut sebelum kita menyarankan orang berhenti minum kopi instan,” ujarnya.
Menurutnya, perlu ditelusuri lebih lanjut apakah ada faktor lain yang memengaruhi hasil studi ini. Misalnya, seberapa banyak konsumsi kopi instan para partisipan? Apakah ada kaitannya dengan kondisi sosial ekonomi atau gaya hidup lain?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!